Gayatri Enggan Pimpin Majapahit, Dyah Gitarja Naik Tahta

Ilustrasi Dyah Gitarja Tribuwana Tunggadewi, Raja ke 3 Majapahit.
Panbil Mall

Dari 5 istri Raden Wijaya, hanya Jayanegara lah putra mahkota satu-satunya. Itupun dari istri selirnya Dara Petak yang berasal dari kerajaan melayu Sumatera atau Dharmasraya.

Sementara dari permaisurinya, Gayatri, Raden Wijaya dikaruniai 2 putri yakni Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat.

Diceritakan Slamet Muljana, Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya, 1979:135), sekian bulan usai Jayanegara dicandikan, Gitarja dinobatkan sebagai Raja ke 3 Kerajaan Majapahit pada 1329. Gitarja bergelar Sri Tribhuwana Tunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Tribhuwana Tunggadewi dipanggil sebagai Raja Putri, untuk membedakan dengan istilah Ratu yang dalam tradisi kerajaan di Jawa memiliki makna yang luas.

Sebab, Ratu bukan hanya disematkan kepada perempuan saja, namun bisa juga untuk menyebut wanita terhormat yang punya pengaruh di istana, ibunda raja misalnya.

Sejak itu, banyak pangeran dari berbagai negeri yang datang untuk melamar Dyah Gitarja dan adiknya Dyah Wiyat.

Setelah diadakan sayembara, Gitarja disunting Pangeran Cakradhara atau Kertawardhana, bangsawan muda keturunan raja-raja Singhasari (Th. Pigeaud, Java in the 14th Century: A Study in Cultural History, 2001: 540). Sedangkan Dyah Wiyat menikah dengan pangeran Kudamerta.

Pernikahan Gitarja dengan Cakradhara dikaruniai anak laki-laki bernama Hayam Wuruk yang kelak menjadi Raja ke 4 sekaligus membawa Majapahit ke puncak kejayaannya berkat rintisan serta bimbingan sang Rajaputri.

Dyah Gitarja Taklukkan Nusantara

Dyah Gitarja Tribhuwana Tunggadewi memerintah sebagai ratu bersama suaminya, Kertawardhana.