
Selain faktor radiasi tersebut, Hamidi menjelaskan, SUTT 150 kV juga bisa digunakan sebagai pengaman akan adanya sambaran petir yang mungkin akan mengenai bangunan atau tumbuhan sekitarnya sehingga area sekitar SUTT 150 kV menjadia lebih aman.
Sebab, SUTT memiliki konduktor yang terletak pada kawat paling atas yang memiliki fungsi sebagai pelindung sambaran petir.
Sehingga petir akan menyambar daerah tersebut maka akan terlebih dahulu menyambar kawat SUTT 150 kV dan dialirkan ke tanah melalui kabel yang ada pada tower SUTT 150 kV.
“Dari keahlian saya bahwa SUTET maupun SUTT itu aman 100 persen,” kata dia.
Lain dari itu, Hamidi menerangkan, Batam dan investasi adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Denyut nadi Kota Batam digerakkan oleh investasi yang masuk menuju ke dalamnya.
Dengan kondisi ini permintaan tenaga listrik di Batam pun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan tajam.
Pertumbuhan investasi sejalan dengan permintaan tenaga listrik yang harus diikuti dengan penambahan kapasitas pembangkit serta peningkatan keandalan sistem agar supply energy listrik ke pelanggan tersedia dengan kualitas baik,” kata Hamidi.
Menjawab tantangan itu, Hamidi menyatakan PLN Batam terus mengoptimalkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih andal di wilayah kerjanya, seperti pembangunan SUTT.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan proyek strategis yang memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu keandalan listrik yang disajikan PLN Batam ke masyarakat diwilayah Batam, khususnya Batam Center, Batu Besar, Nongsa dan sekitarnya.
“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek infrastruktur kelistrikan guna meningkatkan keandalan pasokan listrik,” ucap Hamidi.
Legalitas PLN Batam di Pembangunan Objek Vital Nasional SUTT Nongsa




















