
Kini, pihaknya tengah membahas terkait teknis pembangunannya, agar tak mengganggu jemaah yang ingin beribadah.
Dalam proses renovasi tersebut, Rudi mengatakan pembahasannya proses pengerjaan melibatkan Majelis Ulama (MUI).
“Sekarang masih kita susun, kalau kubahnya dibuka, otomatis ibadah tidak bisa,” kata dia.
Rudi mengatakan ada opsi lain akan diambil, agar renovasi bisa berjalan sesuai waktu yang sudah ditargetkan.
Pertama menutup habis masjid dari pelaksanaan ibadah.
Kedua tetap bisa beribadah. Rudi meminta harus diatur agar pelaksanaan tidak molor dari waktu yang ditetapkan.
“Kalau saya maunya ibadah tetao berjalan, hanya nanti pengerjaanya yang diatur, misal dibagi pengerjaan sebelah mana dulu, agar ibadah tetap berjalan,” kata Rudi. (Ich)























