Kisah Tragis Lembu Sora, Tewas di Istana Majapahit Akibat Fitnah Halayudha

Ilustrasi pasukan Majapahit dikomandoi Nambi menghadang Lembu Sora Juru Demung dan Gajah Biru masuk ke keraton atas tuduhan rencana pemberontakan.
Pasukan Majapahit dikomandoi Nambi mengeroyok Ken Sora dan 2 pengikut setianya hingga tewas di halaman istana. (Ilustrasi) 

Dikutip dari tulisan Anah Nur Fitroh berjudul “Peran Tribhuwana Tunggadewi dalam Mengembalikan Keutuhan dan Perkembangan Kerajaan Majapahit 1328-1350″ di Jurnal Pendidikan Sejarah (Volume 5, No. 2, 2017), Lembu Sora menerima keputusan itu dan bersiap berangkat ke istana.

Untuk melancarkan siasat busuknya, Halayudha mendatangi Nambi dan mengatakan kalau Lembu Sora bersama pasukannya akan datang ke istana Majapahit melakukan pemberontakan karena kecewa atas keputusan sang Raja Raden Wijaya.

Termakan info hoaks Halayudha, Nambi pun melaporkan rencana pemberontakan Lembu Sora kepada Raden Wijaya.

Awalnya Raden Wijaya tak percaya. Karena  didesak Nambi ditambah hasutan Halayudha, akhirnya sang Raja memerintahkan Nambi menyiapkan pasukan untuk menghadang serangan Lembu Sora.

Menurut Kidung Sorandaka, setiba di Majapahit, Lembu Sora datang bersama Juru Demung dan Gajah Biru tiba di halaman depan istana tanpa membawa pasukan.

Sementara, pasukan Majapahit yang dikomandoi Nambi telah bersiaga dan menghadang Lembu Sora masuk ke keraton atas tuduhan rencana pemberontakan.

Pergolakan pun tak terelakkan. Pasukan Majapahit menyerang Lembu Sora, Juru Demung dan Gajah Biru yang tentu saja kalah jumlah.

Di pelataran depan istana, Lembu Sora dan 2 pengikut setianya mati konyol dikeroyok. Kematian mereka akibat ulah siasat busuk Halayudha yang terjadi pada 1330 M.

Halayudha pun tersenyum manis, ambisinya hampir terpenuhi.

Penulis & Editor: Erwin Syahril