Kisah Tragis Lembu Sora, Tewas di Istana Majapahit Akibat Fitnah Halayudha

Ilustrasi pasukan Majapahit dikomandoi Nambi menghadang Lembu Sora Juru Demung dan Gajah Biru masuk ke keraton atas tuduhan rencana pemberontakan.
Ilustrasi Halayudha menemui Lembu Sora dikediamannya. Kedatangan Halayudha membawa SK hukuman pengasingan Lembu Sora ke daerah Palembang. 

Lembu Sora di Daha Kediri tak terkejut membaca SK yang dibawakan Halayudha.

Lembu Sora justru menyatakan seluruh hidupnya diserahkan hanya untuk mengabdi pada Majapahit.

Lembu Sora mendukung tegaknya hukum utara manawa itu. Lembu Sora lebih memilih hukuman mati, ketimbang hanya sekedar di asingkan karena jasanya ke Majapahit.

Jawaban itu membuat Halayudha terkejut karena bisa mengacaukan rencana busuknya.

Jawaban itu ditegaskan Lembu Sora secara tertulis melalui surat sebagai balasan untuk disampaikan kepada sang Prabu Wijaya.

Permintaan hukuman mati itu, bagi Lembu Sora untuk membuktikan pengabdiannya kepada Majapahit dan bisa dikenang sebagai pahlawan.

Selain itu, Lembu Sora berharap keturunannya mendapat peluang lebih baik, mengingat segala ketulusan hati yang ditunjukkan Lembu Sora.

Jelas saja surat balasan itu tak pernah diserahkan Halayudha ke Raden Wijaya.

Seperti dikisahkan Kidung Sorandaka, Halayudha mendatangi kediaman Lembu Sora (di Daha) untuk menyerahkan SK raja tentang hukuman yang dijatuhkan berupa pengasingan ke Tulembang bersama 2 pengikut setianya, Juru Demung dan Gajah Biru.