Kisah Ranggalawe yang Dianggap Pemberontak di Era Raden Wijaya

Ilustrasi pertempuran Ranggalawe dan Kebo Anabrang di Sungai Tambak Beras Jombang
Ilustrasi punggawa kerajaan majapahit. (Gambar: Jagad Mandala) 

Pemegang jabatan ini harus paham segala cabang ilmu pengetahuan, adil, bijaksana, pandai diplomasi, membina persahabatan, mendahulukan kepentingan orang lain, dan tak takut dikritik.

Sementara Ranggalawe tak memiliki kriteria itu, kecuali gagah berani.

Pemberontakan Ranggalawe kali pertama di Kerajaan Majapahit dan diperkirakan terjadi pada 1295 atau ketika Raden Wijaya alias Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309) bertakhta sebagai Raja Majapahit.

Pemberontakan Ranggalawe Dihasut Halayudha

Pararaton menyebut pemberontakan Ranggalawe disebabkan oleh hasutan seorang pejabat licik Mahapati diduga kuat bernama Halayudha.

Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit menyebutkan kemungkinan tokoh Mahapati dalam sejarah. Dalam Prasasti Sidateka (1323 M) terdapat nama patih Majapahit yang belum pernah dikenal sebelumnya. Di sana terbaca rake tuhan mapatih ring majapahit, dyah Halayudha artinya “Dyah Halayudha adalah patih Majapahit bergelar rakai.”

Sejak berdirinya Kerajaan Majapahit, Mahapati ini sangat senang memprovokasi hingga menyebabkan permusuhan di antara para sahabat Raden Wijaya.

Penyebab pemberontakan Ranggalawe juga disebut dalam Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe.

Sebelum berdirinya Majapahit, Ranggalawe putra Arya Wiraraja itu datang membantu Raden Wijaya yang sedang membuka hutan di sekitar Sungai Brantas pada 1292. Hutan ini bakal menjadi lokasi berdirinya Kerajaan Majapahit.

Raden Wijaya merupakan menantu dari Kertanegara, Raja Singasari terakhir yang terbunuh lantaran pemberontakan Jayakatwang. Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dari insiden memilukan itu.

Dalam penelitian Tikadiyah Wulan Yulianti bertajuk “Kidung Ranggalawe: Pemberontakan Kekuasaan Kidung Ranggalawe” (2017), disebutkan bahwa andil Ranggalawe, Lembu Sora, dan Arya Wiraraja sangat besar dalam rangkaian perjuangan itu.