Kadernya Tak Didukung Maju Sebagai Calon Ketua KONI Kota Solok, Golkar Dinilai Tak Solid

Jhon Riki

Seperti mantan Wako Irzal Ilyas, mantan Wawako Reinier, Ketua KONI Kota Solok 2013-2017 Andri Marant, termasuk mantan Ketua DPD Partai Golkar dan Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can.

“Salam hormat saya ke Kakanda Yutris Can, yang setelah kalah suara di Pilkada 2020, memilih menepi dari hingar-bingar politik Kota Solok. Kami menghargai sikap dan pilihan beliau. Tapi, jika beliau berkenan, termasuk juga tokoh-tokoh Kota Solok lainnya, agar mau turun tangan melihat kondisi saat ini,” harapnya.

Salah seorang petinggi Parpol yang juga petinggi Cabor enggan berkomentar banyak.

Menurut petinggi cabor ini, keberpihakan sejumlah politisi ke salah satu calon Ketua KONI Kota Solok, adalah pilihan secara individu yang tak ada kaitannya dengan ranah politik.

“Secara keorganisasian, KONI tidak ada afiliasi dengan dunia politik. Jika ada yang bersikap atau berpihak, itu adalah sikap dan pilihan secara individu (pribadi). Tidak ada larangan untuk itu dan tidak ada aturan yang dilanggar,” ujar petinggi Parpol itu, yang namanya tak mau ditulis.

Dari daftar dukungan kandidat, sejumlah Cabor diketahui dikomandani kader-kader dan pengurus DPD Partai Golkar Kota Solok.

Seperti, Cabor Kempo (Perkemi) diketuai Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Tarung Derajat (Kodrat) diketuai mantan Ketua DPRD Yutris Can, Panahan (Perpani) dipimpin Anggota DPRD Andi Marianto, Pencak Silat (IPSI), serta sejumlah pemilik hak suara di Musyorkot KONI Kota Solok lainnya.

Hingga berita ini tayang, Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar Khairunas dan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Solok Nurnisma, enggan berkomentar.

Begitu pula Mantan Wabup Solok yang juga Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumbar, Desra Ediwan Anantanur, enggan berkomentar.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Yogi Subroto