Kadernya Tak Didukung Maju Sebagai Calon Ketua KONI Kota Solok, Golkar Dinilai Tak Solid

Jhon Riki

Ia juga menyesalkan adanya pengaburan opini dan upaya pembenaran yang dilakukan para pelaku politik, dengan bahasa “pengalaman”, sehingga melegitimasi pilihannya terhadap kandidat lain.

Menurutnya, jika berbicara pengalaman, masih banyak orang di Solok yang berpengalaman mengurus olahraga dan telah menorehkan prestasi.

Seperti kepengurusan KONI Kota Solok saat ini dan pengurus sebelumnya, termasuk dirinya yang pernah 8 tahun di Sekretariat KONI Kota Solok.

“Partai Golkar adalah partai besar di Kota Solok. Sebagai partai dewasa yang berpengalaman, tentu Partai Golkar memiliki sikap sendiri dan tidak terpengaruh pada pusaran intrik yang dilakukan aktor-aktor politik dari kekuatan politik lain,” kata Jhon.

Ia menyebut, bahasa pengalaman yang dijadikan senjata untuk melegitimasi tidak didukungnya Orie Yulindo, adalah upaya untuk membunuh tunas-tunas baru di Solok.

Padahal, itu adalah tugas dari para seniornya untuk mendampingi dan mengawal Orie Yulindo.

“Sebab, roda organisasi dan manajerial KONI tidak dilakukan oleh satu orang, tapi sebuah tim yang kuat dan saling melengkapi,” ucapnya.

Jhon mengaku heran dengan tampilnya para politisi terang-terangan pasang badan di kontestasi pemilihan Ketua KONI Kota Solok 2021-2025.

Bahkan, dengan bahasa “politik itu dinamis”, sejumlah kekuatan politik yang berseberangan justru bersatu untuk sebuah kepentingan.

Jhon berharap ada elemen dan tokoh-tokoh Kota Solok, turun tangan melihat fenomena dan kondisi saat ini.

Rudi Horizon Maju di KONI Kota Solok dan Tinggalkan KONI Pemkab