Selain nagari Taruang Taruang, kata Rushimal,
Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, longsor juga melanda Jorong Balai Okak Nagari Taruang Taruang yang menutupi badan jalan dan satu rumah warga nyaris terbawa longsor.
Wali Nagari meminta warga mewaspadai waspadai potensi longsor susulan selama hujan deras.
“Apalagi sekarang musim penghujan mari kita waspada dan selalu berhati hati terhadap bencana longsor,” kata dia.
Sebelumnya, longsor menghantam 2 wilayah di Kabupaten Solok.
Longsor pertama terjadi di Nagari Siaro Aro, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi pada Rabu dinihari (12/5/2021) sekira pukul 03.00 WIB.
Longsor kedua menghantam jalan menuju Kecamatan Tigo Lurah pada Jumat dinihari (14/5/2021).
Longsor di 2 wilayah itu terjadi akhir Ramadhan dan sehari setelah Idul Fitri 1442 H.
Bencana itu pun seakan luput dari perhatian pemkab setempat.
Hal itu lantaran para pejabat Pemksb dan warga lain sedang sibuk merayakan Idul Fitri. Namun, bagi warga terdampak bencana, mereka harus terisolasi karena akses keluar masuk terputus total.
Material longsor yang menutup sejumlah ruas jalan membuat akses warga tertutup. Longsor diperkirakan karena dipicu hujan deras sejak beberapa hari terakhir.






















