Bisnis  

Mau Investasi di Pasar Modal? Ini Pilihan Produk yang Tepat

Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Bisnis.com)

Saham

Instrumen investasi yang paling sering didengar adalah saham. Saham adalah bukti kepemilikan seorang investor terhadap perusahaan yang mencatatkan saham  di BEI.

Investor dapat membeli dan menjual saham-saham yang tercatat di BEI yang saat ini berjumlah sekitar 716 Perusahaan Tercatat.

Minimal transaksi saham di BEI adalah sebanyak 1 lot. Dalam 1 lot saham terdiri atas 100 lembar saham.

Harga saham bisa bervariasi, mulai dari Rp50 per lembar saham, Rp5.000, Rp50.000, bahkan lebih, per lembar saham.

Untuk menentukan modal minimal yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot saham di BEI, tinggal dikalikan saja jumlah lembar saham dalam 1 lot, yaitu 100, dengan harga sahamnya.

Perusahaan yang tercatat bervariasi sektor usahanya. Investor bisa menganalisa dan mempelajari karakter dan kinerja perusahaan-perusahaan yang sahamnya hendak dibeli, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Keuntungan berinvestasi saham adalah dari capital gain dan dividen. Capital gain diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham.

Sementara itu, dividen dapat diperoleh setiap tahun, ketika Perusahaan Tercatat membukukan laba bersih, dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen kepada pemegang sahamnya.

Apa risiko investasi di saham? Harga saham tidak selalu mengalami kenaikan. Ada kalanya harga saham turun, disebabkan kinerja keuangan perusahaan yang memburuk atau menurun, atau disebabkan situasi ekonomi, dan persoalan pada industri yang digelutinya.

Contohnya jika ada kebijakan yang mengganggu perkembangan perusahaan. Jika investor hendak mencairkan dana investasi, harga saham sedang turun di bawah harga beli saham, maka investor tersebut mengalami capital loss (kerugian).