BPJS  

Sepanjang 2020, BPJAMSOSTEK Batam Nagoya Bayarkan Klaim Rp389,9 Miliar

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Batam Nagoya, Eko Yuyulianda

Menurutnya, penyebabnya tingginya jumlah klaim karena Batam dikenal punya produksi galangan kapal terbesar di Indonesia.

Selain itu sektor perekonomian Batam, mayoritas didominasi berbagai industri seperti industri baja, industri logam, industri elektronika, industri garment/tekstil, industri plastik dan industri pariwisata (hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan).

Eko menjelaskan, masa pandemi Covid 19 saat ini, industri-industri itu terdampak langsung seperti tidak tersedianya bahan baku dan penurunan jumlah pesanan yang berimbas pada terganggunya operasional perusahaan yang menyebabkan sebagian besar perusaahan mengurangi atau mem-PHK karyawan, bahkan tak beroperasi.

“Banyaknya pekerja yang di PHK atau perusahaan tutup, maka secara tidak langsung berpengaruh pada meningkatnya jumlah pembayaran klaim dan kasus yang dibayarkan BPJAMSOSTEK Batam Nagoya,” ungkapnya.

Kendati begitu, dirinya mengaku BPJAMSOSTEK tetap komitmen memberikan pelayanan kepada peserta dengan menggunakan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) yang telah diimplementasikan di seluruh kantor cabang sejak Maret lalu.

Eko mengatakan, meningkatnya jumlah pengajuan klaim JHT akibat pandemi Covid 19 membuat pihaknya terus berinovasi memberi pelayanan agar semua peserta terlayani dengan baik, salah satunya di program Lapak Asik Onsite dan Online.

“Melalui Lapak Asik Online, peserta tidak perlu datang ke kantor cabang untuk klaim JHT, cukup mendaftar di situs lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id dan semua proses dilakukan secara virtual,” pungkasnya. (Erwin)