Stok Air Kian Menipis, Suplai Air ke Pelanggan Bakal Digilir per 15 Maret

Area pengolahan air baku di Waduk Duriangkang yang kian menyusut akibat kemarau panjang. (Foto: Ist)

”Langkah ini mulai kita lakukan pada Minggu kedua Maret 2020, dengan skenario 2-5. Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu,” katan Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus Kamis (5/3/2020).

Ia menyebut program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900 pelanggan yang dilayani melalui waduk tersebut.

Tidak hanya berdampak pada 196 ribu  pelanggan domestik, penggiliran suplai akan berimbas pada 2.900 pelanggan Industri dan 30 ribu pelanggan komersil.

Adapun daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya.

Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) kembali beroperasi.

Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen.

ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu atau yang berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air, lebih bertoleransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat segera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai.