Sebelumnya, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengkritik pesta kembang api di pembukaan MTQ Nasional ke 38 tingkat Provinsi Sumbar yang diselenggarakan oleh Kota Solok.
“Tidak lazim saja, sebaiknya diiringi dengan penampilan yang membuat orang dekat dengan Alquran,” kata Buya Gusrizal, Minggu (16/6/2019), dilansir dari Langgam.id.
Menurut Gusrizal, pembukaan MTQ ke-38 di Solok hanya menggambarkan kemeriahan dan kemegahan, tapi tidak pada esensi syiar Islam yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
“Saya tak menangkap pesan syiar yang ingin disampaikan dalam acara itu. Apalagi kalau dikaitkan dengan Alquran al-Kariim,” kata Gusrizal.
Dari sekian banyak atraksi, pesta kembang api menjadi momentum yang dipertanyakan berbagai kalangan.
Pada pembukaan MTQ, banyak atraksi islami dan tradisional ditampilkan, mulai dari pertunjukan marching band, atraksi randai, hingga pawai seluruh kafilah MTQ dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar.
Acara itu turut menghidupkan malam Kota berjuluk “Serambi Madinah”.
Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril






















