Menurutnya, jembatan Batam-Bintan yang sudah disetujui pemerintah, dibawahnya bisa dibangun PLTA.
“Kalau ini disetujui (Pemerintah), masyarakat bisa menikmati tarif listrik murah, PLN untung sedangkan biaya jembatan bisa dibayar dari hasil penjualan listrik, ini tentu saling menguntungkan,” katanya.
PLN Batam, kata Dadan, berencana mengurangi penggunaan gas untuk sistem kehandalan kelistrikan di Batam.
Hal itu menurut Dadan karena tingginya BPP listrik tenaga gas terlbih harganya sangat tinggi.
”Kalau sebelumnya harga gas masih bisa kita dapat 4 dolar US per MMBTU, sekarang ga dapat lagi harga segitu harga gas sudah 6 dolar US,” terangnya.
“Kita pikirkan pembangkit murah dengan mengurangi gas dan meningkatkan batubara (PLTU),” tambahnya. (Erwin)






















