Bisnis  

BEI Rilis 4 Strategis Genjot Pasar Modal, Dorong UMKM IPO Hingga Transparansi Pemilik Saham 1%

BEI Pasar Modal
Dirut BEI Jeffrey Hendrik saat meninjau salah satu booth dari 88 booth di ajang Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Foto: Screenshot/Youtube IDX
Panbil Mall

Patrolmedia,Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat pasar modal sepanjang pekan pertama November 2026.

Sejumlah inisiatif besar diluncurkan, mulai dari pendampingan UMKM ke bursa hingga aturan baru terkait transparansi kepemilikan saham.

Langkah strategis ini mencakup peluncuran Go Public Academy for SMEs, penguatan tata kelola lewat CEO Networking 2026, transparansi pemilik saham di atas 1%, serta gelaran edukasi investasi Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026.

1. Bantu UMKM Melantai di Bursa (IPO)

BEI merangkul Kementerian UMKM, PT Surveyor Indonesia, dan perguruan tinggi untuk meluncurkan program Go Public Academy for SMEs pada Senin (2/11).

Program ini merupakan bagian dari strategi RISE to IPO untuk melatih dan mendampingi UMKM agar siap meraut dana segar dari pasar modal.

Sejak 2025, program ini sudah menjangkau 281 perusahaan di lima kota besar.

2. Aturan Transparansi Saham di Atas 1%

Guna meningkatkan pengawasan, BEI menerbitkan Surat Keputusan Direksi terbaru (Kep-00160/BEI/11-2026).

Aturan ini mewajibkan publikasi bulanan status pemegang saham di atas 1%, baik posisi sebagai Pengendali maupun Afiliasi Pengendali, di situs resmi BEI.

Kebijakan ini memudahkan investor memantau peta kepemilikan saham perusahaan.

3. Kumpulkan 400 Bos Perusahaan di CEO Networking 2026

Didukung OJK, BEI menggelar CEO Networking 2026 di Raffles Hotel Jakarta pada Selasa (3/11).

Ajang yang dihadiri sekitar 400 pimpinan perusahaan tercatat ini menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan tata kelola yang baik demi menjaga kepercayaan investor.

4. CMSE 2026 Gaet Investor Ritel

Sebagai penutup pekan, BEI menggelar CMSE 2026 pada 5–7 November di Main Hall BEI. Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, pameran ini menghadirkan 88 booth dan lebih dari 100 tenant industri keuangan.

Ajang ini digelar seiring pesatnya pertumbuhan investor pasar modal Indonesia yang menembus 32,7 juta SID per 15 Oktober 2026.

Pergerakan IHSG Sepekan Terakhir (2–6 November 2026)

Di tengah maraknya agenda strategis tersebut, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan justru ditutup menguat tipis melemah (terkoreksi):

IHSG: Turun 0,13% ke level 5.050,42 dari pekan sebelumnya di 5.057,05.

Kapitalisasi Pasar: Terkikis 1,34% menjadi Rp 8.744 triliun.

Nilai Transaksi Harian: Anjlok 23% menjadi Rp 11,04 triliun per hari.

Volume Transaksi Harian: Turun 3,50% menjadi 31,29 miliar saham.

Frekuensi Transaksi Harian: Turun 16,44% menjadi 1,29 juta kali.

Pada perdagangan Jumat (6/11), investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 328,20 miliar.

Meski begitu, secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) mencapai Rp 98,08 triliun.*

 

Sumber: BEI Kepri