Patrolmedia, Batam – Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni mengatakan, pendapatan jasa pelabuhan BP Batam mencapai Rp 365,56 miliar atau sekitar 75% dari target tahunan yang dipasang sebesar Rp 490,15 miliar
Kinerja keuangan itu dinilai positif sepanjang Januari hingga September 2026.
Hasil ini menunjukkan posisi Batam sebagai salah satu pusat logistik dan jalur pelayaran internasional yang semakin kuat.
“Aktivitas logistik maritim di Batam terus melaju pesat. Volume bongkar muat general cargo tembus 9.518.956 ton atau naik 11 persen,” kata Benny dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Tak hanya pendapatan, lanjut Benny, lalu lintas peti kemas juga ikut naik mencapai 627.493 TEUs atau naik 8 persen secara tahunan (year-on-year).
“Angka ini sudah memenuhi 83 persen dari target tahunan sebesar 750.000 TEUs,” ujarnya.
Benny menyebut, pencapaian paling mencolok juga terlihat di Terminal Umum Batu Ampar.
Bongkar muat barang di lokasi ini tembus 1,58 juta ton, melampaui target setahun penuh yang berada di angka 1,35 juta ton (capaian 117 persen).
“Sementara di Terminal Umum Curah Cair Kabil, realisasinya sudah mencapai 3,25 juta ton atau 93 persen dari target,” katanya.
Jumlah Penumpang dan Kapal Melonjak
Benny juga menjelaskan sektor angkutan penumpang dan lalu lintas kapal menunjukkan kenaikan yang signifikan:
Penumpang Laut mencapai 7,50 juta orang (naik 8 persen). Rinciannya, 3,38 juta penumpang domestik dan 4,12 juta penumpang internasional.























