Patrolmedia, Batam – Pasokan listrik untuk warga Batam kini kembali normal 100%. Listrik padam di Batam secara massal terjadi sejak Senin (12/10) pagi, diduga akibat ulah hewan liar masuk ke area gardu induk.
Atas insiden tak terduga itu, Direktur Utama dan tim teknis PLN Batam berupaya lekas memulihkan secara bertahap begitu gangguan terjadi.
Sekretaris PLN Batam Rudi Hartono menyebut, kini seluruh gardu induk, jaringan transmisi, hingga jaringan distribusi ke rumah warga sudah menyala kembali.
“Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak berhasil dinormalkan, diikuti pemulihan jaringan distribusi sampai pasokan listrik ke seluruh pelanggan kembali menyala,” kata Rudi dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Berikut 5 poin penting terkait peristiwa listrik padam di Batam:
1. Dipicu Hewan Liar Masuk Gardu Induk
Berdasarkan pemeriksaan awal, lanjut Rudi, pemadaman yang terjadi sekitar pukul 06.37 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh hewan liar yang menyusup ke Gardu Induk Sungai Harapan.
“Hal ini memicu gangguan instalasi hingga berdampak pada pasokan listrik di beberapa wilayah. Meski demikian, tim teknis kami masih terus menelusuri penyebab pastinya,” ungkap Rudi.
2. Tahapan Pemulihan Cepat dan Terukur
Rudi mengatakan, proses pemulihan menunjukkan perkembangan pesat sejak Senin malam. Petugas melakukan penormalan bertahap.
“Jadi penormalan sudah kita mulai dari pemeriksaan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga penormalan jaringan transmisi dan distribusi dengan tetap mengutamakan keandalan dan keselamatan sistem,” katanya.
3. Petugas Tetap Siaga Full 24 Jam
Meski kondisi kelistrikan sudah pulih total, PLN Batam tidak mau lengah. Petugas teknis dan operasional tetap disiagakan di lapangan untuk terus memantau kestabilan pasokan listrik ke masyarakat.
Pelanggan Bakal Dapat Kompensasi
Sebagai bentuk tanggung jawab, Rudi menjelaskan, PLN Batam memastikan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak yang tingkat pemadamannya melebihi standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP):
Untuk pelanggan reguler, akan mendapat kompensasi sebesar 10% dari biaya beban bulanan (sesuai Pergub Kepri No. 22 Tahun 2017).
“Bagi pelanggan layanan keandalan, nanti akan mendapatkan kompensasi sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL),” ujarnya.
5. Kompensasi Otomatis Tanpa Perlu Klaim
Rudi menambahkan, warga Batam tidak perlu repot-repot mengajukan klaim. Kompensasi ganti rugi pemadaman listrik ini akan dipotong secara otomatis pada tagihan listrik bulan berikutnya.
“Atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami pihak PLN Batam menyampaikan permohonan maaf yang mendalam serta mengapresiasi kesabaran dan pengertian dari seluruh masyarakat Batam” ucapnya.
Editor: Erwin Syahril






















