Patrolmedia, Bogor – Tekanan darah terpidana kasus pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, melonjak hingga 180 mmHg saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Petugas medis menduga kondisi ini dipicu oleh faktor kelelahan hingga stres.
”Tensi 180. Mungkin kecapekan, stres bisa jadi faktor, kurang tidur juga,” kata dokter medis Lapas Cibinong, dr. Yenny Chandrawaty, Jumat (2/10/2026, dilansir dari Kompas.com.
Meski tensinya tergolong tinggi, hasil pemeriksaan kesehatan Sambo yang lain tercatat masih aman dan normal.
Kadar gula darah sewaktu mantan Jenderal Polri ini berada di angka 154 mg/dL, kolesterol total 177 mg/dL, dan asam urat 5,4 mg/dL.
”Kolesterol 177, masih oke. Gula darah bagus, asam urat bagus, kolesterol bagus,” jelas Yenny.
Yenny membeberkan, gula darah Sambo berada di angka 154 mg/dL karena ia baru saja makan dan minum kopi. Sementara kadar kolesterol 177 mg/dL dan asam urat 5,4 mg/dL masih berada jauh di bawah batas maksimal untuk pria.
Sambo sendiri mengaku kondisinya tetap fit dan bugar usai menjalani pemeriksaan fisik ringkas oleh petugas.
”Sehat, sehat Pak. Masih bugar, Pak. Ya, normal,” ujar Sambo sambil memperlihatkan lembar hasil tes kesehatannya.
Sambo merupakan terpidana pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Nama Sambo belakangan kembali menjadi sorotan usai muncul dugaan fasilitas sel mewah di Lapas Cibinong berdasarkan temuan Ombudsman, meski kabar tersebut langsung ia bantah.
Selama mendekam di penjara, Sambo mengaku sibuk mengisi waktu dengan kegiatan keagamaan dan melanjutkan pendidikan.
”Saya sekolah (kuliah S2) teologi secara online,” pungkas Sambo.
(Iyn/EN)























