Bisnis  

7 Perusahaan Resmi Melantai di Bursa hingga Agustus 2026, BEI Bagikan Tips Berburu Saham IPO

Saham IPO 2026
Ilustrasi saham IPO. (Foto: Ist)

Patrolmedia, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 7 perusahaan resmi mencatatkan saham IPO hingga akhir Agustus 2026.

Dari aksi korporasi tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 2,16 triliun, sementara 7 perusahaan lainnya masih mengantre dalam daftar (pipeline) IPO.

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, menilai tren ini menunjukkan pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan utama pendanaan bagi dunia usaha sekaligus memperbanyak pilihan investasi bagi masyarakat.

“IPO bukan sekadar momentum hari pertama perdagangan atau akhir perjalanan, melainkan titik awal pertumbuhan perusahaan di pasar modal,” ujar Listyorini, dalam keterangan yang diterima Patrolmedia, Kamis (1/10/2026).

Meski antusiasme pasar kerap melonjak saat saham baru melantai di bursa, Listyorini mengingatkan soal kenaikan harga pada awal perdagangan tidak menjamin kinerja saham dalam jangka panjang.

Harga saham selanjutnya akan bergerak mengikuti mekanisme pasar serta kinerja fundamental perusahaan.

Agar tidak terjebak euforia, berikut 4 tips penting dari BEI sebelum membeli saham IPO:

Cermati profil perusahaan, kondisi keuangan, hingga risiko bisnis dalam prospektus. Perhatikan pula alokasi dana IPO, apakah untuk ekspansi, bayar utang, atau modal kerja, serta pantau Laporan Realisasi Penggunaan Dana secara berkala.

Ketahui dari mana perusahaan mendapatkan keuntungan, apa keunggulan kompetitifnya, dan bagaimana potensi pertumbuhan industri tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Murah atau mahalnya saham tidak ditentukan dari nominal harganya semata. Bandingkan valuasi perusahaan menggunakan rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER) atau Price to Book Value (PBV) dengan perusahaan sejenis di sektornya.

Pergerakan harga saham baru cenderung fluktuatif. Investor diimbau memiliki ekspektasi yang realistis, memahami profil risiko pribadi, dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren jangka pendek.

Dokumen prospektus dan jadwal penawaran saham IPO dapat diakses secara transparan melalui situs resmi e-ipo.co.id maupun website BEI idx.co.id.

 

Editor: Erwin Syahril