Patrolmedia, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad buka-bukaan menyoroti rumitnya masalah lahan di Batam.
Ia menyebut persoalan pertanahan di wilayahnya begitu kompleks, bahkan kerap menghambat pembangunan fasilitas umum milik pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Amsakar saat meresmikan Premier Law Firm di Kompleks Nagoya Gateway, Jalan Raden Patah, Lubuk Baja, Batam, Sabtu (26/9/2026).
”Rata-rata masalah yang ada itu soal lahan di Batam. Bahkan untuk bangun fasilitas pemerintah seperti kantor camat saja, masalahnya luar biasa rumit,” kata Amsakar.
Ia berharap kehadiran Premier Law Firm bisa membantu mengedukasi warga agar masalah lahan di Batam dan persoalan hukum lainnya agar bisa berkurang.
Amsakar pun juga mengajak warga untuk lebih melek hukum demi menyelesaikan berbagai masalah di Kota Batam.
Selain masalah lahan, Amsakar juga menyoroti perubahan pola penegakan hukum saat ini yang lebih mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice).
Pendekatan ini dinilai lebih mengutamakan jalan damai dibanding langsung memenjarakan orang.
”Sekarang penegakan hukum bergeser dari yang sifatnya represif ke restoratif. Dari semula main tangkap dan penjarakan, berubah menjadi negosiasi dan cari solusi terbaik supaya lapas tidak penuh,” sebutnya.
Amsakar menegaskan, peningkatan literasi hukum sangat penting bagi masyarakat Batam yang beragam.
Bantuan hukum yang diberikan ke warga pun diharapkan tidak cuma menyelesaikan kasus, tapi juga mendidik warga agar makin taat aturan.
”Selamat atas grand opening Premier Law Firm. Saya berharap kantor hukum ini bisa membantu warga Batam menyelesaikan masalah hukum secara tepat dan adil,” pungkasnya.
Editor: Erwin Syahril






















