Erupsi Anak Krakatau Bikin 16 Ribu Warga Kena ISPA, Warga Diminta Pakai Masker

Erupsi Anak Krakatau
Kemenkes melakukan pemantauan kualitas udara menggunakan particulate counter untuk mengukur konsentrasi partikulat, khususnya PM2,5. (Foto: Kemenkes)

Patrolmedia, Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma mengganggu penerbangan, tetapi juga memicu lonjakan penyakit pernapasan.

Melansir laman Kemenkes, Kamis (10/9/2026), Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 16.759 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terpapar abu vulkanik.

Belasan ribu kasus tersebut tersebar di 23 kabupaten/kota di 4 provinsi. Parahnya, 3.771 di antaranya menyerang balita (usia 0–5 tahun), sementara 12.988 kasus lainnya dialami warga usia di atas 5 tahun.

“Kasus ISPA tahun ini tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2025. Masyarakat harus tetap waspada,” ujar Prof. Dante Saksono saat meninjau kualitas udara di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (9/9/2026).

Meski penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sudah kembali dibuka, Kemenkes memperingatkan udara luar ruangan di sekitar lokasi masih buruk bagi paru-paru.

Hasil tes alat particulate counter menunjukkan kadar debu halus PM2,5 di Terminal Damri Bandara Soetta menembus 63 µg/m³.

Angka ini melebihi 2,5 kali lipat dari batas aman kesehatan yang ditetapkan sebesar 25 µg/m³.

“Mungkin otoritas bandara pakai paper test untuk keamanan penerbangan dan menganggap aman. Tapi untuk kesehatan, particulate matter-nya masih tinggi dan tidak kelihatan mata,” kata Dante.

Partikel mikro PM2,5 sangat berbahaya karena bisa terhirup dalam-dalam hingga bersarang di paru-paru.

Untuk mencegah lonjakan kasus ISPA makin parah akibat erupsi anak Krakatau, Kemenkes mengeluarkan imbauan darurat:

Pakai Masker: Wajib bagi siapa pun yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Kurangi Keluar Rumah: Warga, terutama lansia, anak-anak, dan pemilik penyakit bawaan disarankan stay at home.

Cek Kesehatan: Segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit jika mulai batuk, sesak, atau tenggorokan gatal.

 

(Ipl/Ft)