Harga minyak mentah mengalami pergerakan yang berbeda-beda pada perdagangan terbaru. Berdasarkan laporan dari sejumlah sumber, kontrak berjangka minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 0,30 poin atau 0,36 persen menjadi USD 85,31 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 0,51 poin atau 0,67 persen menjadi USD 80,13 per barel.
Laporan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS turun sebesar 1,7 juta barrel pada pekan lalu. Angka ini lebih rendah dibandingkan prediksi para analis yang memperkirakan penurunan sebesar 2,6 juta barrel. Hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika pasokan dan permintaan minyak di pasar global.
Analis senior dari Price Futures Group, Phil Flynn, menyatakan bahwa pelaku pasar mulai terbiasa dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dampak dari konflik tersebut terhadap harga minyak tidak lagi sebesar sebelumnya karena masyarakat sudah mulai merasa familiar dengan situasi seperti ini.
“Tampaknya ada perasaan bahwa kita pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya, dan ada kesan dari laporan EIA bahwa pasokan, alih-alih terus menyusut, justru mulai stabil,” ujar Flynn.
Selain itu, EIA juga melaporkan kenaikan persediaan produk distilat, seperti solar dan minyak pemanas, sebesar 4,6 juta barrel pada pekan lalu. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan kenaikan sebesar 100.000 barrel. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap produk-produk tersebut di pasar domestik.
Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain itu, AS juga melancarkan serangan udara pada malam hari. Langkah ini memicu respons dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang mengancam akan menutup seluruh jalur ekspor lain yang menguntungkan AS dan sekutunya.
Beberapa faktor yang memengaruhi harga minyak antara lain:
- Perubahan dinamika pasokan dan permintaan
- Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah
- Kebijakan pemerintah terkait pengaturan pasokan energi
- Respons dari negara-negara produsen minyak terhadap situasi geopolitik
Pergerakan harga minyak mentah terus menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar dan pemerintah. Prediksi dan analisis terus dilakukan untuk memahami dampak dari berbagai faktor yang memengaruhi pasar energi global.




















