Serapan Anggaran APBD Konawe 2026 Masih Rendah, Belanja Pegawai Paling Besar

Realisasi Anggaran APBD Kabupaten Konawe Tahun 2026

Realisasi belanja APBD Kabupaten Konawe pada semester pertama tahun 2026 masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dirilis oleh DJPK Kemenkeu, hingga tanggal 16 Juli 2026, realisasi belanja Kabupaten Konawe mencapai Rp 695,83 miliar atau sebesar 39,61 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 1.756,93 miliar.

Serapan anggaran terbesar terjadi pada belanja pegawai, yang mencapai Rp 451,43 miliar atau 54,76 persen dari pagu sebesar Rp 824,36 miliar. Sementara itu, belanja barang dan jasa mencapai Rp 129,39 miliar atau 35,29 persen dari pagu Rp 366,60 miliar.

Bandingkan dengan realisasi APBD Batam Provinsi Kepulauan Riau, di mana realisasi belanja APBD Batam 2026 hingga 16 Juli 2026 mencapai Rp 1.845,20 miliar atau 42,91 persen dari pagu Rp 4.299,92 miliar. Dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan APBD Kabupaten Konawe 2026 sebesar Rp 641,36 miliar atau 39,39 persen dari pagu Rp 1.628,33 miliar.

Pendapatan daerah didukung oleh tiga komponen utama, yaitu:

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Sebesar Rp 139,12 miliar atau 39,93 persen dari pagu Rp 348,43 miliar.
  • TKDD (Transfer Keuangan Daerah): Sebesar Rp 495,60 miliar atau 41,55 persen dari pagu Rp 1.192,88 miliar.
  • Pendapatan Lainnya: Sebesar Rp 6,65 miliar atau 7,64 persen dari pagu Rp 87,01 miliar.

Berikut adalah rincian realisasi APBD Kabupaten Konawe 2026:

AkunAnggaran/PaguRealisasiPersen
Pendapatan Daerah1.628,33 M641,36 M39.39
PAD348,43 M139,12 M39.93
Pajak Daerah221,94 M92,15 M41.52
Retribusi Daerah37,52 M12,67 M33.77
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan6,79 M5,50 M80.92
Lain-Lain PAD yang Sah82,18 M28,80 M35.05
TKDD1.192,88 M495,60 M41.55
Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat1.192,88 M495,60 M41.55
Pendapatan Lainnya87,01 M6,65 M7.64
Lain-lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan16,88 M0,00 M0.00
Pendapatan Transfer Antar Daerah70,13 M6,65 M9.48

Belanja Daerah

Belanja daerah mencakup beberapa komponen, antara lain:

  • Belanja Pegawai: Sebesar Rp 824,36 miliar atau 54,76 persen dari pagu Rp 824,36 miliar.
  • Belanja Barang dan Jasa: Sebesar Rp 366,60 miliar atau 35,29 persen dari pagu Rp 366,60 miliar.
  • Belanja Modal: Sebesar Rp 257,64 miliar atau 17,26 persen dari pagu Rp 257,64 miliar.
  • Belanja Lainnya: Sebesar Rp 308,33 miliar atau 22,88 persen dari pagu Rp 308,33 miliar.

Beberapa komponen belanja lainnya seperti belanja bagi hasil, bantuan keuangan, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, dan tidak terduga juga memiliki realisasi yang berbeda-beda.

AkunAnggaran/PaguRealisasiPersen
Belanja Pegawai824,36 M451,43 M54.76
Belanja Barang dan Jasa366,60 M129,39 M35.29
Belanja Modal257,64 M44,48 M17.26
Belanja Lainnya308,33 M70,54 M22.88
Belanja Bagi Hasil9,57 M0,00 M0.00
Belanja Bantuan Keuangan277,45 M66,10 M23.83
Belanja Bunga4,41 M0,00 M0.00
Belanja Subsidi0,35 M0,00 M0.00
Belanja Hibah8,84 M1,43 M16.12
Belanja Bantuan Sosial0,50 M0,33 M66.40
Belanja Tidak Terduga7,22 M2,68 M37.12

Pembiayaan Daerah

Dalam pembiayaan daerah, realisasi penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp 74,54 miliar atau 57,34 persen dari pagu sebesar Rp 130,00 miliar. Sementara itu, pengeluaran pembiangan daerah masih nihil.

AkunAnggaran/PaguRealisasiPersen
Penerimaan Pembiayaan Daerah130,00 M74,54 M57.34
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya10,00 M74,54 M745.43
Penerimaan Pembiayaan Lainnya Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan120,00 M0,00 M0.00
Pengeluaran Pembiayaan Daerah1,40 M0,00 M0.00
Penyertaan Modal Daerah1,40 M0,00 M0.00