Sosok yang Ditemui Rita Widyasari Usai Kembali ke Tenggarong dan Alasan Tak Temui Bupati

Mantan Bupati Kukar Pilih Bertemu Sultan dan Keluarga Setelah Bebas

Setelah hampir 10 tahun menjalani masa hukuman di Jakarta karena terlibat dalam kasus gratifikasi, Rita Widyasari akhirnya kembali ke Tenggarong, Kalimantan Timur. Kepulangannya disambut antusias oleh warga yang memadati sejumlah ruas jalan hingga pusat Kota Tenggarong. Namun, salah satu hal yang paling menarik dari pernyataan Rita adalah sosok yang ingin ia temui setelah kembali ke kampung halamannya.

Rita mengungkapkan bahwa tujuan utamanya bukanlah bertemu dengan tokoh politik atau pejabat daerah, melainkan ingin berjumpa dengan rakyat, keluarga, dan sahabat lama. Ia juga menyatakan rencana untuk berziarah ke makam keluarga serta sementara waktu tinggal di Tenggarong.

Lebih Memilih Bertemu Rakyat dan Keluarga

Dalam wawancaranya, Rita menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat. Ia mengaku tidak tertarik untuk langsung terlibat dalam dunia politik. Ketika ditanya apakah ada rencana bertemu dengan Bupati Kutai Kartanegara, ia memberikan jawaban yang cukup tegas.

“Kalau Bupati kan mereka resmi, mereka sibuk, enggak usah,” ujar Rita saat diwawancarai setelah tiba di kediamannya di Jalan Melati, Kecamatan Tenggarong.

Selain itu, Rita juga menyampaikan rencananya untuk bertemu dengan satu sosok penting yang selama ini dihormatinya, yaitu Sultan Kutai. Ia mengatakan bahwa rencananya akan bertemu Sultan besok atau hari berikutnya.

Prioritas Utama: Bersilaturahmi dengan Keluarga

Menurut Rita, selama hampir sembilan tahun menjalani masa hukuman, dirinya kehilangan banyak momen bersama keluarga. Oleh karena itu, salah satu prioritas utamanya saat ini adalah berkumpul dengan kerabat yang sudah lama tidak ditemui.

“Saya mau ke kuburan Bapak sama Adik. Kan di sini Nenek, banyak keluarga di sini. Bahkan tante-tante aku yang meninggal, aku kan enggak ada dalam waktu kurun sembilan tahun ini. Aku mau ke kuburannya,” tuturnya.

Ia juga menyatakan bahwa ketika ditanya mengenai kemungkinan bertemu rekan-rekan politik, ia mengaku belum memiliki agenda khusus ke arah tersebut.

“Enggak terlalu, saya lebih banyak ke rakyat aja. Saya enggak mau ketemu-ketemu yang gitu-gitu, malah capek. Rakyat aja, lebih seru,” ujarnya.

Masih Ingin Beristirahat

Meski kembali ke kampung halaman, Rita mengaku belum memikirkan langkah politik apa pun. Saat ditanya mengenai ramainya dukungan masyarakat di media sosial yang mengaitkan dirinya dengan dunia politik, Rita memilih tidak banyak berkomentar.

“No comment,” jawabnya singkat yang langsung disambut tawa orang-orang di sekitarnya.

Ia mengaku ingin menikmati masa istirahat setelah menjalani berbagai proses hukum yang panjang. “Aku pokoknya mau istirahat. Mau lihat-lihat aset, mau berdoa,” katanya.

Rita juga mengungkapkan rencananya untuk sementara menetap di Tenggarong sambil melihat situasi dan berkumpul bersama keluarga. “Sementara ini di sini dulu, mau lihat-lihat dulu situasi,” ujarnya.

Terharu Disambut Warga

Dalam kesempatan itu, Rita mengaku sangat terharu melihat sambutan masyarakat yang mengiringi kedatangannya sejak dari Samarinda hingga Tenggarong. Menurutnya, antusiasme warga jauh di luar perkiraannya.

“Ih, gila terharu. Saya enggak pernah membayangkan disambut seperti ini,” katanya.

Rita bahkan mengaku tersentuh saat mendengar berbagai ungkapan dukungan dari warga yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Kepulangannya ke Tenggarong kali ini disebut akan lebih banyak diisi dengan agenda pribadi, ziarah keluarga, bertemu sahabat lama, menyapa masyarakat, serta rencana berkunjung ke Kesultanan Kutai.

Profil Singkat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura saat ini adalah Sultan Aji Muhammad Arifin, yang merupakan Sultan Kutai ke-21. Ia resmi dinobatkan sebagai Sultan pada 15 Desember 2018 setelah wafatnya ayahanda, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II, pada 5 Agustus 2018.

Prosesi penobatan berlangsung secara adat di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara atau Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Aji Muhammad Arifin lahir pada 9 Februari 1951 di Wassenaar, Provinsi Zuid-Holland, Belanda. Ia merupakan putra pertama Sultan Aji Muhammad Salehuddin II dan Aji Ratu Aida Amidjoyo yang bergelar Aji Ratu Putro Indera Ningrat.

Sebagai pewaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin melanjutkan peran pelestarian adat, budaya, dan tradisi Kesultanan Kutai yang menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara.

Dalam kehidupan keluarga, Sultan Aji Muhammad Arifin menikah dengan Hj. Sulastri AZ yang bergelar Aji Raden Puspa Kencana. Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Kutai Kartanegara terus berperan aktif dalam menjaga warisan budaya Kutai, termasuk berbagai tradisi adat yang masih dilestarikan hingga saat ini di Tenggarong dan Kalimantan Timur.