Berita  

Dedi Mulyadi Lolos dari Jerat Penipu Berkedok Warga Korban Pajak

Dedi Mulyadi Hampir Jadi Korban Penipuan, Warga yang Ingin Dibantu Bayar Pajak Ternyata Pelaku Curanmor

Sebuah insiden tak terduga nyaris menimpa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat ia berniat tulus membantu seorang warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Namun, niat baik tersebut berujung pada pengungkapan sebuah kasus kejahatan. Warga yang rencananya akan dibantu ternyata adalah seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Peristiwa ini terungkap dalam sebuah konferensi pers mengenai penanganan kasus curanmor yang berhasil diungkap melalui Operasi Jaran Lodaya 2026 di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumedang pada tanggal Juni 2026.

Kronologi Kejadian yang Mengejutkan

Menurut keterangan dari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumedang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sandityo Mahardika, pertemuan antara Dedi Mulyadi dan pelaku curanmor terjadi secara tidak sengaja di Jalan Umar Wirahadikusumah, tepatnya di wilayah Kecamatan Ganeas. Saat itu, Dedi Mulyadi sedang dalam perjalanan untuk memenuhi undangan pernikahan putra dari Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, yang diselenggarakan di wilayah Situraja.

Di tengah perjalanannya, Dedi Mulyadi melihat seorang pengendara motor yang knalpotnya mengeluarkan suara bising dan surat-surat kendaraannya, termasuk pajak, sudah tidak berlaku. Ia kemudian menegur pengendara tersebut.

“Saat itu, pelaku ditegur Pak KDM (Kyai Dedi Mulyadi) karena knalpot motor dan pajak kendaraan bermotornya mati. Pak KDM kemudian beriktikad baik akan membayarkan pajaknya,” jelas Sandityo.

Dengan niat membantu, Dedi Mulyadi kemudian meminta pelaku untuk datang ke kantor Samsat. Rencananya, Dedi Mulyadi akan menanggung biaya pembayaran pajak motor tersebut.

“Jadi, si pelaku ini diminta datang ke Samsat untuk bayar pajak dan nantinya, pajak kendaraannya itu akan dibayar Pak KDM,” tambah Sandityo.

Penangkapan Pelaku dan Pengungkapan Kasus

Namun, nasib berkata lain. Sehari setelah pertemuan dengan Dedi Mulyadi, pelaku yang seharusnya datang ke Samsat untuk dibantu membayar pajak, justru berhasil ditangkap oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas tindak pidana curanmor di wilayah tersebut.

Proses penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh kepolisian kemudian mengungkap identitas sebenarnya dari warga yang hendak dibantu oleh Dedi Mulyadi.

“Setelah proses penyelidikan, terungkap ternyata warga yang hendak dibantu Pak KDM ini adalah pelaku curanmor,” ungkap Sandityo.

Identitas pelaku yang ternyata merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor ini sontak mengejutkan banyak pihak. Beruntung, niat baik Dedi Mulyadi tidak sampai dimanfaatkan oleh pelaku untuk menghindari jerat hukum lebih lama.

“Pelaku berikut barang buktinya sudah kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Sandityo, menandakan bahwa kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penangkapan pelaku curanmor ini merupakan bagian dari keberhasilan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang gencar dilaksanakan oleh Polres Sumedang. Operasi ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan jalanan, terutama pencurian kendaraan bermotor, yang seringkali meresahkan masyarakat.

Dampak dan Pelajaran dari Kejadian Ini

Insiden ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana niat baik seseorang bisa saja disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dedi Mulyadi, yang dikenal sebagai pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya, nyaris menjadi korban penipuan oleh seorang pelaku kejahatan.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal, meskipun mereka tampak membutuhkan bantuan. Di sisi lain, keberhasilan kepolisian dalam mengungkap kasus ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga barang-barang berharga, termasuk kendaraan bermotor. Upaya kepolisian dalam memberantas curanmor akan terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.