RSUD Sele Be Solu Tingkatkan Kesiapan Menuju Akreditasi, Target 100 Persen Rampung
SORONG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu di Kota Sorong terus mengintensifkan persiapan menuju proses akreditasi rumah sakit yang dijadwalkan pada bulan November tahun 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan RSUD Sele Be Solu mampu memenuhi standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Hingga awal Juni 2026, progres kesiapan RSUD Sele Be Solu dilaporkan telah mencapai angka yang signifikan, yaitu sekitar 80 persen. Angka ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh jajaran rumah sakit dalam menyelesaikan berbagai aspek yang krusial untuk kelancaran proses akreditasi.
Fokus Persiapan Akreditasi: Tiga Pilar Utama
Persiapan menuju akreditasi ini mencakup tiga pilar utama yang menjadi fokus utama manajemen RSUD Sele Be Solu:
Penyelesaian Dokumen: Aspek administratif merupakan fondasi penting dalam sebuah akreditasi. Tim akreditasi RSUD Sele Be Solu bekerja keras untuk merampungkan seluruh dokumen yang diperlukan. Mulai dari rekam medis, pedoman pelayanan, hingga berbagai laporan kinerja, semuanya disusun dan diverifikasi agar sesuai dengan standar yang berlaku. Progres penyelesaian dokumen ini bahkan telah melampaui 80 persen, menunjukkan efektivitas kerja tim dalam mengelola aspek legal dan operasional.
Pembenahan Sarana dan Prasarana (Sarpras): Ketersediaan dan kualitas sarana serta prasarana yang memadai sangat menentukan kenyamanan dan keamanan pasien, serta efektivitas kerja tenaga medis. RSUD Sele Be Solu melakukan pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas yang ada. Hal ini meliputi perbaikan infrastruktur, pengadaan alat kesehatan baru yang sesuai standar, hingga penataan ruang pelayanan agar lebih efisien dan ramah pasien. Tahap akhir atau finishing dari pembenahan sarpras ini sedang dikebut untuk memastikan semuanya siap saat penilaian akreditasi.
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM): Kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kompetensi dan dedikasi tenaga medis dan non-medis. RSUD Sele Be Solu tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Berbagai program pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan dilaksanakan untuk memastikan seluruh staf memiliki pengetahuan dan keterampilan terkini dalam memberikan pelayanan yang prima.
Membangun Budaya Kerja Melalui Motivasi Internal
Untuk menjaga semangat dan memotivasi seluruh pegawai dalam menghadapi proses akreditasi yang menantang, Tim Akreditasi RSUD Sele Be Solu secara proaktif menggelar berbagai kegiatan internal yang menarik dan edukatif. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap tujuan akreditasi.
Beberapa contoh kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi:
Lomba Dance Hand Hygiene: Kegiatan ini dikemas secara kreatif untuk mengingatkan dan melatih seluruh staf mengenai pentingnya kebersihan tangan dalam pencegahan infeksi. Melalui gerakan tarian yang edukatif, diharapkan praktik cuci tangan yang benar dapat tertanam dalam rutinitas sehari-hari.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD): Keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat medis sangatlah vital. Pelatihan BHD memberikan bekal kepada tenaga kesehatan agar siap dan sigap dalam menangani pasien yang mengalami henti jantung atau henti napas, sehingga dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
Lomba Kebersihan Lingkungan Rumah Sakit: Lingkungan yang bersih dan tertata rapi merupakan cerminan dari standar pelayanan yang baik. Lomba ini mendorong seluruh unit kerja untuk menjaga kebersihan dan kerapian area masing-masing, menciptakan suasana yang nyaman dan higienis bagi pasien maupun staf.
Kegiatan-kegiatan semacam ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya cepat dan aman, tetapi juga berkualitas tinggi, sesuai dengan tuntutan standar akreditasi.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota Sorong
Langkah RSUD Sele Be Solu dalam mempersiapkan diri menuju akreditasi mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Sorong. Yowel Oktovianus Gifelem, Kepala BPKAD Kota Sorong yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas RSUD Sele Be Solu, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya rumah sakit ini.
“Pemerintah Kota Sorong mendukung penuh RSUD Sele Be Solu menjelang akreditasi November nanti. Kami berharap seluruh persiapan mencapai 100 persen tepat waktu, sehingga semua standar operasional prosedur (SOP) terpenuhi dengan baik,” ujar Yowel, Senin (2/6/2026).
Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari alokasi anggaran hingga advokasi kebijakan, yang semuanya bertujuan untuk memastikan RSUD Sele Be Solu dapat meraih hasil terbaik dalam proses akreditasi.
Akreditasi sebagai Momentum Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Djitmau, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan dalam lomba internal merupakan salah satu upaya strategis manajemen untuk membangun budaya kerja yang disiplin dan berorientasi pada standar. “Kami ingin menciptakan lingkungan kerja di mana setiap individu memahami dan menerapkan standar pelayanan dengan konsisten,” tuturnya.
Saat ini, prioritas utama rumah sakit adalah merampungkan dokumen penting dan menyelesaikan tahap akhir pembenahan sarana prasarana. “Kami tinggal melakukan pembekalan dan penyegaran agar tim tetap konsisten menerapkan standar pelayanan serta menjaga semangat menjelang penilaian,” kata drg. Susi.
Lebih lanjut, drg. Susi menekankan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah momentum penting untuk melakukan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan. “Setiap keluhan dari pasien selalu kami jadikan bahan evaluasi untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, RSUD Sele Be Solu optimis dapat memenuhi seluruh standar akreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar RSUD Sele Be Solu dapat memenuhi seluruh standar akreditasi yang ditetapkan pemerintah,” tutupnya.














