Berita  

Peabo Bryson, Sang Legenda Beauty and the Beast, Berpulang

Dunia musik berduka atas kepergian salah satu legenda balada soul Amerika Serikat, Peabo Bryson. Sang penyanyi legendaris menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, Juni 2026, di usianya yang ke-75 tahun. Bryson dikenal luas berkat kemampuannya membawakan lagu-lagu balada yang menyentuh hati, serta kolaborasinya yang ikonik dengan sejumlah musisi papan atas.

Jejak Karier Sang Maestro Balada

Peabo Bryson, yang memiliki nama asli Robert Peapo Bryson, lahir di Greenville, South Carolina, pada 13 April 1951. Perjalanan karier musik profesionalnya dimulai sejak usia remaja. Ia mengawali langkahnya sebagai penyanyi latar untuk grup musik lokal bernama Al Freeman and the Upsetters. Pada era 1970-an, Bryson bergabung dengan grup Moses Dillard and the Tex-Town Display.

Titik balik dalam kariernya terjadi ketika ia menandatangani kontrak dengan label independen Atlanta, Bang Records, sebagai artis solo. Album debutnya dirilis pada tahun 1976, menandai dimulainya era baru bagi sang penyanyi.

Puncak Kesuksesan dan Lagu-lagu Ikonik

Kesuksesan besar pertama Bryson di tangga lagu R&B datang pada tahun 1978 melalui lagu “Reaching for the Sky” yang berhasil menembus jajaran Top 10. Setahun kemudian, duetnya bersama Natalie Cole, “Gimme Some Time,” menduduki peringkat kedelapan tangga lagu R&B, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyanyi duet terbaik. Kolaborasi mereka berlanjut dengan lagu “What You Won’t Do for Love” pada tahun 1980 yang mencapai peringkat ke-16. Selain itu, Bryson juga mencatatkan hit Top 20 dengan membawakan ulang lagu “Minute by Minute” yang aslinya milik The Doobie Brothers.

Tahun 1980-an menjadi dekade emas bagi Peabo Bryson dalam hal kolaborasi. Ia merilis duet pertamanya dengan Roberta Flack, “Make the World Stand Still.” Keharmonisan vokal mereka kembali terdengar dalam lagu-lagu seperti “Love Is a Waiting Game,” “You’re Lookin’ Like Love to Me,” “I Just Came Here to Dance,” dan “Tonight, I Celebrate My Love.” Puncak dari kolaborasi ini adalah perilisan album duet mereka yang bertajuk Born to Love pada tahun 1983. Bryson sendiri pernah mengungkapkan bahwa kunci dari duet yang sukses adalah adanya sedikit “rasa cinta” pada pasangan duetnya.

Kolaborasi Emas dengan Disney

Nama Peabo Bryson semakin meroket di kancah internasional berkat kolaborasinya dengan Disney. Pada tahun 1991, ia dipercaya untuk membawakan lagu tema film animasi legendaris “Beauty and the Beast” bersama penyanyi asal Kanada, Celine Dion. Lagu ini tidak hanya sukses besar secara komersial, mencapai peringkat ke-9 di tangga lagu Hot 100, tetapi juga memenangkan penghargaan Grammy untuk kedua penyanyinya. Bryson pernah mengungkapkan bahwa Celine Dion awalnya sempat ragu, namun akhirnya kolaborasi mereka di studio berjalan sangat lancar dan menghasilkan karya yang tak lekang oleh waktu.

Keberhasilan ini membuat Disney kembali menggandeng Bryson untuk proyek berikutnya. Pada tahun 1992, ia berduet dengan Regina Belle untuk menyanyikan lagu tema film “Aladdin,” yang berjudul “A Whole New World.” Lagu ini menjadi lagu tema film animasi pertama yang berhasil mencapai posisi puncak tangga lagu Hot 100 dan kembali mengantarkan Bryson serta Belle meraih penghargaan Grammy. Sebelumnya, Bryson dan Belle juga pernah berkolaborasi dalam lagu “Without You” untuk film Leonard Part 6. Belle sendiri yang mengajak Bryson kembali berduet, meyakini adanya kecocokan musikal yang kuat di antara mereka.

Pada tahun 1997, Peabo Bryson kembali berkontribusi untuk waralaba Beauty and the Beast dengan membawakan lagu “As Long As There’s Christmas” untuk film Beauty and the Beast: The Enchanted Christmas.

Kepergian yang Tenang Dikelilingi Keluarga

Keluarga Peabo Bryson mengumumkan kepergiannya dengan hati yang hancur dan duka mendalam. Bryson meninggal dengan tenang pada Selasa, Juni 2026, pukul 17.00 waktu setempat, dikelilingi oleh kasih sayang keluarga dan orang-orang terdekatnya. Sang musisi telah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari akibat serangan stroke.

Dalam sebuah pernyataan resmi, keluarga menyampaikan bahwa suara khas Peabo Bryson telah mengiringi berbagai momen penting dalam kehidupan banyak orang selama lebih dari lima dekade. Karya-karyanya menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan, kisah cinta, hingga saat-saat penuh penghiburan dan inspirasi. Warisan musiknya akan terus dikenang dan dicintai oleh para penggemar lintas generasi.

Keluarga Bryson juga menyampaikan terima kasih atas curahan kasih sayang, doa, dan dukungan dari para penggemar, teman, dan kolega di seluruh dunia. “Meskipun hati kami hancur, kami merasa terhibur mengetahui betapa dalam Peabo dicintai dan betapa banyak kehidupan yang tersentuh oleh suaranya dan semangatnya yang murah hati. Warisan dan musiknya akan terus hidup untuk generasi mendatang,” ujar keluarga. Mereka pun meminta privasi di tengah masa berkabung ini.

Jejak di Indonesia

Peabo Bryson memiliki ikatan khusus dengan Indonesia. Ia beberapa kali pernah mengunjungi Tanah Air, termasuk menggelar konser untuk merayakan 40 tahun kariernya dan tampil di Java Jazz Festival. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika ia berduet dengan penyanyi kebanggaan Indonesia, Raisa, dalam konsernya di Jakarta pada tahun 2016.

Menjelang konsernya kala itu, Bryson mengungkapkan antusiasmenya untuk berkolaborasi dengan Raisa. “Saya banyak dengar tentang Raisa. Dia penyanyi berbakat dan saya menikmati suaranya. Saya sempat melihat penampilannya di internet, dan saya tidak sabar untuk berduet dengannya,” ujarnya. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata betapa musik Peabo Bryson mampu melintasi batas negara dan menyentuh hati penikmat musik di seluruh dunia.

Kepergian Peabo Bryson meninggalkan lubang besar dalam industri musik balada soul. Namun, karya-karyanya yang abadi akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.