Forum DAS Sintang Dikukuhkan: Kolaborasi Pengelolaan Sungai untuk Masa Depan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Sintang menunjukkan komitmen kuatnya dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air dengan resmi mengukuhkan Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Sintang periode 2025-2029. Acara pengukuhan ini berlangsung di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, Juni 2026, menandai babak baru dalam kolaborasi multi-sektoral untuk menjaga kelestarian DAS, khususnya Sungai Kapuas dan seluruh anak sungainya.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, dalam pidato pengukuhannya menekankan bahwa Forum DAS tidak boleh hanya menjadi sebuah struktur organisasi formal yang hadir dalam acara seremonial belaka. Sebaliknya, forum ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi sebuah wadah kolaborasi yang aktif dan produktif, yang mampu menghasilkan gagasan inovatif, rekomendasi strategis, serta langkah-langkah nyata yang berdampak positif bagi pengelolaan daerah aliran sungai di Kabupaten Sintang.
“Forum ini harus mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata dalam pengelolaan DAS di Kabupaten Sintang,” ujar Bupati Bala dengan tegas.
Beliau menambahkan, para pengurus yang baru saja dikukuhkan memiliki tanggung jawab besar untuk membangun sinergi lintas sektor. Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada lingkup internal pemerintah daerah, tetapi juga harus terjalin erat dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, institusi pendidikan tinggi, masyarakat adat, serta berbagai komunitas lokal yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.
Menurut Bupati Bala, pengelolaan daerah aliran sungai merupakan sebuah tanggung jawab kolektif. Manfaat dan dampak dari kelestarian maupun kerusakan DAS dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Forum DAS diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam berbagai aspek, mulai dari perumusan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, mendorong lahirnya inovasi-inovasi hijau, hingga menggerakkan program rehabilitasi dan konservasi yang berkelanjutan.
Untuk memastikan efektivitas kerja forum, Bupati Bala juga menginstruksikan agar segera disusun program kerja yang terukur, realistis, dan memiliki potensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan hidup. Penguatan basis data, pemetaan wilayah yang akurat, serta pelaksanaan kajian ilmiah yang mendalam juga menjadi prioritas, guna memastikan setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran dan memiliki daya dukung keberlanjutan jangka panjang.
Tantangan DAS Sungai Kapuas: Ancaman dan Upaya Pelestarian
Dalam arahannya, Bupati Bala secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kelestarian DAS Sungai Kapuas, yang merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat Sintang. Sungai Kapuas bukan hanya sekadar aliran air, melainkan sebuah sistem ekologis yang kompleks, terhubung dengan ribuan anak sungai dan kawasan rawa yang memiliki fungsi vital. Kawasan-kawasan ini berperan sebagai penyangga ekosistem, habitat bagi keanekaragaman hayati, jalur transportasi alami, hingga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat dari hulu hingga hilir.
Namun, kondisi Sungai Kapuas dan ekosistem di sekitarnya kini menghadapi berbagai tekanan yang signifikan akibat aktivitas manusia. Berbagai bentuk pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan berpotensi menimbulkan dampak negatif yang merusak lingkungan.
“Kita mungkin tidak bisa mengembalikan kondisi alam seperti semula, tetapi paling tidak apa yang kita lakukan hari ini dapat mencegah kerusakan yang lebih besar,” ujar Bupati Bala, menekankan pentingnya tindakan preventif.
Beliau menambahkan, “Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga agar kekayaan alam yang ada tidak semakin hilang.”
Mewariskan Lingkungan yang Lestari untuk Generasi Mendatang
Bupati Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan bukanlah semata-mata tugas pemerintah, melainkan sebuah kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak seluruh anggota Forum DAS untuk menanamkan komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian alam, demi memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang dapat dinikmati saat ini adalah sebuah warisan berharga dari para pendahulu. Warisan ini harus dijaga kelestariannya dan diteruskan kepada anak cucu dalam kondisi yang prima.
“Kita harus mewariskan lingkungan dan alam yang baik kepada anak cucu kita. Apa yang kita nikmati saat ini juga merupakan warisan dari para pendahulu. Saya berharap seluruh anggota Forum DAS memiliki semangat yang sama untuk bekerja, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Sintang,” tutur Bupati Bala.
Beliau menutup sambutannya dengan penegasan, “Pengelolaan DAS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama demi masa depan generasi yang akan datang.”
Dengan dikukuhkannya Pengurus Forum DAS Kabupaten Sintang periode 2025-2029, Pemerintah Kabupaten Sintang menaruh harapan besar akan lahirnya berbagai program konkret. Program-program ini diharapkan mampu secara efektif menjaga kelestarian sungai, memperkuat upaya konservasi lingkungan, serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam yang dapat dinikmati oleh masyarakat Sintang dan generasi mendatang.
















