Banyak sejarawan sepakat bahwa Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia, terutama karena adanya prasasti yang menjadi bukti konkret keberadaannya. Namun, benarkah Kutai adalah yang paling awal? Adakah kerajaan lain yang mendahuluinya di Nusantara?
Perkembangan kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia tak terlepas dari masuknya pengaruh agama Hindu dan Buddha dari India. Salah satu entitas yang kerap disebut sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha pertama di Nusantara adalah Kerajaan Kutai, yang wilayahnya kini berada di Kalimantan Timur.
Perdebatan Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia
Meskipun Kerajaan Kutai memegang posisi penting dalam catatan sejarah Indonesia, beberapa sumber menyebutkan adanya kerajaan-kerajaan lain yang diduga telah berdiri jauh sebelum Kutai. Di antara nama-nama yang sering muncul adalah Kerajaan Salakanagara, Kerajaan Kandis, Kerajaan Koto Alang, dan Kerajaan Kancil Putih. Pertanyaan mengenai mana yang sesungguhnya lebih tua masih menjadi perdebatan hangat di kalangan akademisi.
Menurut catatan Tambo Kenegerian Koto Lubuk Jambi Gajah Tunggal, Kerajaan Koto Alang diperkirakan berdiri di wilayah yang kini menjadi Provinsi Riau. Pendiriannya disebut-sebut terjadi sekitar abad ke-1 Masehi, di atas sisa-sisa reruntuhan Kerajaan Kandis. Lebih lanjut, Tambo juga mencatat bahwa Kerajaan Koto Alang pernah terlibat dalam peperangan melawan Kerajaan Kancil Putih.
Secara hampir bersamaan, di bagian barat Pulau Jawa, diyakini pernah berdiri Kerajaan Salakanagara. Sumber utama mengenai keberadaan kerajaan ini adalah Naskah Wangsakerta, khususnya bagian yang berjudul Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dalam naskah tersebut, disebutkan bahwa Kerajaan Salakanagara eksis antara tahun 130 hingga 362 Masehi. Kerajaan ini kemudian diperkirakan runtuh pada abad ke-4 Masehi, seiring dengan munculnya dan berkembangnya Kerajaan Tarumanegara di wilayah Jawa Barat.
Jika kita melihat rentang waktu pendiriannya, Kerajaan Salakanagara, Kerajaan Kandis, Kerajaan Koto Alang, dan Kerajaan Kancil Putih memang tampak lebih tua dibandingkan Kerajaan Kutai yang baru muncul pada abad ke-4 Masehi. Namun, keyakinan umum yang dipegang banyak pihak adalah Kerajaan Kutai sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia.
Mengapa Kerajaan Kutai Lebih Dipercaya?
Alasan utama di balik kepercayaan luas terhadap Kerajaan Kutai sebagai yang tertua adalah adanya bukti sejarah tertulis yang lebih kuat dan terverifikasi. Prasasti merupakan bentuk bukti yang dinilai memiliki tingkat kepercayaan tinggi oleh para sejarawan.
Prasasti pertama yang secara erat berkaitan dengan kerajaan Hindu ditemukan di Kalimantan Timur. Prasasti ini terdiri dari tujuh buah batu yang dikenal sebagai Yupa. Yupa merupakan peninggalan Kerajaan Kutai yang diperkirakan dibuat oleh para ahli sekitar tahun 350 hingga 400-an Masehi.
Lebih dari sekadar bukti keberadaan kerajaan, penemuan Yupa juga menjadi saksi bisu bahwa masyarakat di Nusantara pada masa itu telah mengenal tulisan dan meninggalkan era prasejarah. Prasasti Yupa ditulis menggunakan aksara Pallawa dengan bahasa Sanskerta, menunjukkan adanya pengaruh budaya dan keilmuan dari luar.
Penemuan Yupa pada tahun 1879 menjadi titik krusial yang melemahkan klaim kerajaan-kerajaan lain yang disebut lebih tua. Hal ini terutama berlaku bagi Kerajaan Salakanagara, karena Naskah Wangsakerta yang menjadi sumber sejarahnya masih menyimpan kontroversi. Meskipun isinya dianggap cukup lengkap, naskah yang disusun pada abad ke-17 ini oleh sebagian sejarawan dianggap sebagai karya sastra belaka dan bukan catatan sejarah yang objektif.
Bahkan, jejak keberadaan Kerajaan Salakanagara dalam catatan perjalanan dari Tiongkok pun belum cukup kuat untuk mengukuhkan klaimnya sebagai kerajaan Hindu-Buddha tertua di Indonesia.
Kondisi serupa juga terjadi pada sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Kandis, Kerajaan Koto Alang, dan Kerajaan Kancil Putih. Keterbatasan bukti dan keraguan mengenai status pemerintahan Koto Alang—apakah sudah memenuhi kriteria sebagai sebuah kerajaan atau belum—membuat eksistensinya sebagai sistem pemerintahan yang terorganisir masih dipertanyakan. Dengan kata lain, keberadaan Koto Alang sebagai sebuah “kerajaan” belum dapat dipertanggungjawabkan secara pasti dari sisi historis.
Oleh karena alasan-alasan fundamental inilah, Kerajaan Kutai secara umum lebih dipercaya sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia, berkat bukti prasasti Yupa yang lebih konkret dan minim kontroversi.






















