Bisnis  

Investasi Batam Tembus Rp 17,4 T, BP Batam-Komdigi Siapkan Strategi Baru

Investasi Batam 2026
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait bersama jajaran saat berkunjung ke Kantor Komdigi di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Fotp: BP Batam)

Patrolmedia, Batam – Realisasi investasi Batam meningkat. Pada Triwulan I-2026, nilai investasi menembus Rp 17,4 triliun, melonjak hingga 102,85% dibanding periode yang sama di 2025.

Merespons lonjakan investasi yang masif ini, BP menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meracik strategi komunikasi publik yang adaptif dan transformasi digital guna mengawal iklim investasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut pertumbuhan investasi harus diimbangi dengan pengelolaan informasi yang cepat, akurat, dan tepercaya agar tidak terjadi misinformasi di publik.

“Pertumbuhan investasi yang terus meningkat harus diimbangi dengan penguatan komunikasi publik yang efektif. Informasi pembangunan, investasi, dan berbagai kebijakan strategis perlu disampaikan secara tepat agar dapat dipahami oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan,” ujar Ariastuty usai kunjungan kerja ke Kantor Komdigi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Rapor hijau investasi Batam di awal tahun 2026 ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2025, Batam tercatat meraup realisasi investasi hingga Rp 69,30 triliun.

Derasnya arus modal yang masuk ini menjadi motor utama yang berhasil menerbangkan pertumbuhan ekonomi Batam hingga menyentuh angka 6,76%.

Komdigi Dorong Media Kredibel dan Berbasis Data

Melihat agresifnya pertumbuhan ekonomi di Batam, Sekretaris Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Nada Fitria dan Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani, menekankan pentingnya strategi komunikasi yang terintegrasi.

Komdigi mendorong BP Batam memperkuat kanal digital resmi mereka guna menangkal isu negatif dan memperkuat branding Batam sebagai surga investasi.

Selain itu, Komdigi mengingatkan pentingnya bermitra dengan ekosistem pers yang profesional dan terverifikasi Dewan Pers.

“Sebagai kawasan yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan investasi, industri, dan ekonomi digital, Batam menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam pengelolaan informasi,” tutur Farida Dewi.

Selain strategi komunikasi, pertemuan ini juga menyepakati optimalisasi teknologi digital untuk mempermudah pelayanan publik, manajemen isu berbasis data (data-driven), serta penguatan forum komunikasi kehumasan (Bakohumas).

 

(Kml/Kml)