Patrolmedia, Batam – Pemko Batam menggandeng Center for Environmental Technology Study (CETS) UII Yogyakarta untuk menyusun strategi baru pengelolaan sampah di Batam secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam acara Penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, Senin (18/5/2026).
“Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan harus dibangun melalui analisis yang cermat,” ujar Amsakar.
Amsakar menegaskan, hasil kajian ilmiah dari CETS UII Yogyakarta ini tidak akan menjadi dokumen di atas meja saja.
Rekomendasi para ahli ini bakal menjadi bahan di pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah digodok bersama DPRD Batam.
Pemko Batam membidik sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi penuh. Mulai dari tingkat lingkungan (hulu) hingga ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA (hilir).
Sejumlah skema pun kini mulai dikaji secara matang, seperti penguatan peran RT, RW, lurah, dan camat di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS), optimalisasi pengangkutan, hingga opsi membuka kemitraan dengan pihak swasta.






















