Hamas Latihan di Turki, Siap Serang Israel

Latihan Militer Hamas di Turki Memicu Kekhawatiran

Pasukan Hamas Palestina dikabarkan sedang menjalani latihan intensif di Turki. Informasi ini disampaikan oleh media nasional Israel, KAN News, pada Kamis (7/5/2026). Menurut laporan tersebut, pasukan Hamas sering kali mengikuti pelatihan rutin di negara tersebut. Saat ini, mereka dilaporkan sedang berlatih cara menembak dan penggunaan senjata drone. Setelah selesai masa latihan, pasukan tersebut akan dikirim kembali ke wilayah Tepi Barat, Palestina, untuk bersiap menyerang Israel.

Serangan yang Dilakukan Israel Meskipun Ada Gencatan Senjata

Serangan yang sedang dipersiapkan oleh Hamas bertujuan untuk membalas serangan Israel. Sebab, meskipun telah terjadi gencatan senjata, Israel masih melakukan serangan ke sejumlah wilayah di Palestina, termasuk Gaza dan Tepi Barat. Pada Kamis, misalnya, Israel menyerang Gaza hingga menewaskan seorang putra petinggi Hamas bernama Azzam Khalil Al-Hayya. Ia tewas tidak lama usai serangan terjadi karena mengalami luka yang cukup parah.

“Saya katakan kepada penjajah dan kepada semua yang mendengar kami, kami adalah bangsa dengan tujuan yang adil. Baik pembunuhan putra-putra kami maupun kemartiran para pemimpin kami tidak akan mengintimidasi kami,” ujar Khalil Al-Hayya, Kepala Biro Politik dan Negosiator Utama milisi Hamas sekaligus ayah dari Azzam.

Dukungan Turki terhadap Hamas

Turki telah lama mendukung perlawanan Hamas terhadap Israel. Oleh karena itu, negara tersebut sering menjadi tempat latihan bagi pasukan Hamas untuk bersiap menyerang Israel dan pasukannya. Bahkan, Turki pernah mengizinkan Hamas menggunakan wilayahnya untuk menyerang Israel. Peristiwa tersebut pernah terjadi pada 2019 lalu. Menurut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap saudara-saudari di Palestina yang terdampak serangan Israel.

“Kami akan terus membantu saudara-saudari kita di Palestina,” kata Erdogan.

Kekecewaan Israel terhadap Dukungan Turki

Dukungan Turki terhadap Hamas membuat Israel geram. Mereka tidak suka jika negara mana pun, termasuk Turki, membantu Hamas untuk menyerang mereka. Israel berdalih bahwa mereka seharusnya dibantu untuk membasmi Hamas. Sebab, milisi tersebut dianggap sebagai kelompok teroris yang sering membuat onar.

Hamas sendiri sudah lama dianggap sebagai kelompok teroris oleh berbagai negara di dunia. Salah satu negara yang paling vokal menganggap Hamas sebagai teroris adalah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam sudah memasukkan milisi tersebut ke dalam daftar kelompok teroris sejak 8 Oktober 1997.

Situasi Terkini Pasca Serangan Udara Israel

Putra Pemimpin Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza. Hal ini memicu reaksi keras dari Hamas. Mereka menyatakan bahwa tindakan Israel tidak akan membuat mereka mundur dari perjuangan. Selain itu, pertemuan antara AS dan Hamas juga mengungkap syarat berat di balik gencatan Gaza. Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga perdamaian, namun kondisi politik tetap rentan terhadap konflik.