Patrolmedia, Washington – Publik Amerika Serikat digemparkan oleh sosok Cole Tomas Allen (31), pria di balik penembakan brutal di acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang dihadiri Presiden AS Donald Trump.
Siapa sangka, di balik aksi nekatnya, Allen adalah seorang pria berpendidikan tinggi dengan rekam jejak akademis yang mentereng.
Berikut fakta mengejutkan terkait profil dan latar belakang tersangka yang dirangkum Patrolmedia dari APNews, Senin (27/4/2026):
1. Sosok Berpendidikan Tinggi
Allen bukan orang sembarangan. Ia lulusan sarjana teknik mesin dari California Institute of Technology (Caltech) pada 2017.
Lalu, ia baru saja meraih gelar master ilmu komputer dari California State University pada 2025.
Bahkan, Allen pernah muncul di stasiun TV lokal ABC sebagai inovator yang mengembangkan prototipe rem darurat untuk kursi roda guna membantu lansia.
2. “Friendly Federal Killer”
Sisi gelap Allen mulai terendus sesaat sebelum penembakan di Washington Hilton dimulai.
Ia mengirim pesan ke keluarganya dan menyebut dirinya sebagai “Friendly Federal Killer” (Pembunuh Federal yang Ramah).
Pesan tersebut berisi kecaman terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump.
Saudara laki-laki Allen yang panik sempat menelpon polisi di Connecticut usia menerima pesan mengerikan tersebut, namun terlambat; penembakan sudah terjadi.
3. Persiapan Matang dan Senjata Legal
Penyelidikan mengungkap bahwa Allen telah mempersiapkan aksinya dengan sangat rapi:
Senjata: Ia membeli pistol semi-otomatis kaliber .38 dan senapan laras ganda kaliber 12 secara legal sejak 2023.
Persembunyian: Senjata-senjata tersebut disimpan di rumah orang tuanya di Torrance tanpa sepengetahuan mereka.
Perjalanan: Ia menempuh perjalanan jauh dari California ke Chicago, lalu ke Washington menggunakan kereta api sebelum akhirnya menginap di hotel lokasi acara.
4. Radikalisasi dan Motif Politik
Saudara perempuan tersangka mengakui kepada agen federal, Allen cenderung sering melontarkan pernyataan radikal.
Pihak berwenang juga menemukan sejumlah unggahan anti-Trump di media sosial miliknya.
“Tampaknya dia memang berniat menargetkan orang-orang yang bekerja di pemerintahan,” ungkap Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche.
5. Sempat Menyumbang ke Partai Demokrat
Sesuai catatan keuangan kampanye federal, Allen pernah menyumbangkan dana sebesar US$ 25 kepada komite aksi politik Partai Demokrat untuk mendukung Kamala Harris di Pilpres 2024 lalu.
Hal ini memperkuat dugaan adanya motivasi politik yang kuat di balik serangannya.
Saat ini, Cole Tomas Allen telah ditahan dan akan segera menjalani persidangan.
Sementara itu, kondisi area Gedung Putih dijaga ketat mengantisipasi ancaman susulan terhadap para pejabat negara.
(Ipl/Ft)




















