Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Moskow, Rusia, pada malam hari Minggu (12/4). Rencananya, ia akan menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden beserta rombongan diperkirakan tiba di Moskow pada Senin (13/4) pagi. Perjalanan dilakukan melalui penerbangan non-stop selama sekitar 12 jam menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
“Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin pada siang harinya,” ujar Teddy dalam siaran pers yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada hari Minggu (12/4).
Pertemuan ini akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk penguatan ketahanan energi nasional melalui kerja sama dengan Rusia. Teddy menjelaskan bahwa fokus utama adalah memastikan pasokan energi nasional yang stabil, khususnya minyak.
Selain Teddy, beberapa anggota rombongan yang turut mendampingi Prabowo antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Prabowo sebelumnya menjelaskan alasan intensitas kunjungan luar negeri yang ia lakukan belakangan ini. Menurutnya, agenda perjalanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak.
“Dibilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana,” kata Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4).
Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai bahwa langkah aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara menjadi modal penting di tengah ketatnya persaingan global dalam memperoleh sumber pasokan energi.
Ia memberi contoh kunjungannya ke Jepang pada akhir Maret lalu dinilai membuahkan hasil dalam konteks kerja sama energi. Prabowo mengatakan dalam waktu dekat ia akan kembali berkunjung ke luar negeri.
“Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana, amankan (minyak) juga,” ujarnya.
Agenda Penting Selama Kunjungan
Beberapa hal yang akan dibahas selama kunjungan ini antara lain:
- Kerja sama energi: Fokus utama adalah memperkuat hubungan kerja sama dalam bidang energi, khususnya minyak dan gas bumi.
- Stabilitas pasokan energi: Memastikan ketersediaan energi nasional tetap stabil meskipun menghadapi tantangan global.
- Diplomasi bilateral: Memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia dalam berbagai sektor.
Rombongan yang Mendampingi
Rombongan yang turut serta dalam kunjungan ini terdiri dari beberapa pejabat tinggi pemerintah, antara lain:
- Menteri Luar Negeri
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
- Sekretaris Kabinet
Tujuan Utama Kunjungan
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk:
- Memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
- Meningkatkan kerja sama dalam bidang energi.
- Mengamankan pasokan energi nasional yang stabil.
Komentar dari Presiden
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kunjungan-kunjungan ini tidak hanya sekadar perjalanan, tetapi juga bagian dari upaya serius dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi negara.
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu sumber. Oleh karena itu, kita harus mencari mitra yang bisa dipercaya dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Kesimpulan
Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia merupakan langkah penting dalam membangun hubungan bilateral yang lebih kuat, khususnya dalam bidang energi. Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi nasional.






















