Mandi di Sungai, Pria Polman Diterkam Buaya

Polewali Mandar, Sulawesi Barat – Warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diresahkan oleh serangan buaya di Sungai Mandar. Kejadian terbaru menimpa seorang pria paruh baya bernama Ismail (52), yang menjadi korban terkaman buaya saat sedang buang air besar di sungai tersebut. Peristiwa ini dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Insiden yang menimpa Ismail terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam di Kelurahan Tinambung. Saat itu, Ismail sedang berada di tepi Sungai Mandar untuk buang air besar. Tanpa disangka, seekor buaya tiba-tiba muncul dari arah belakang dan langsung menyerangnya.

“Langsung diserang dari belakang, digigit, sempat saya coba melepaskan diri,” ujar Ismail, menggambarkan detik-detik mencekam saat diserang buaya.

Korban mengalami luka gigitan yang cukup serius di bagian punggung dan bokong akibat serangan tersebut. Meskipun terluka, Ismail berhasil menunjukkan keberanian dan refleks yang cepat. Ia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari gigitan buaya tersebut. Setelah berhasil lolos, Ismail segera melarikan diri dari sungai untuk menyelamatkan diri.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Ismail terduduk lemas dikerumuni warga. Ia tampak panik dan ketakutan saat menceritakan pengalamannya diterkam buaya. Warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama dan membawa Ismail ke rumah terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Ismail mengaku tidak dapat memastikan ukuran pasti buaya yang menyerangnya karena kondisi di lokasi kejadian yang gelap. Namun, berdasarkan luka yang dideritanya, ia memperkirakan bahwa buaya tersebut berukuran relatif kecil.

“Kalau melihat kondisi luka yang ditimbulkan, mungkin ukurannya masih kecil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa buaya dengan berbagai ukuran sering terlihat di Sungai Mandar. Keberadaan buaya-buaya ini telah menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat. Mereka khawatir serangan serupa akan kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

Menanggapi kejadian ini, Ismail mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan penanganan yang serius. Ia berharap pemerintah dapat melakukan upaya-upaya untuk mengurangi populasi buaya di Sungai Mandar atau memberikan solusi lain yang dapat menjamin keamanan warga yang beraktivitas di sekitar sungai.

Berikut adalah poin-poin penting dari kejadian ini:

  • Korban: Ismail (52), seorang pria paruh baya warga Kecamatan Tinambung.
  • Lokasi: Sungai Mandar, Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
  • Waktu Kejadian: Jumat, 23 Januari 2026 malam.
  • Kronologi: Korban diserang buaya saat buang air besar di tepi sungai. Buaya tiba-tiba muncul dari belakang dan langsung menggigit korban.
  • Luka: Gigitan di bagian punggung dan bokong.
  • Upaya Penyelamatan Diri: Korban berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya dan melarikan diri.
  • Kondisi Korban: Selamat, namun mengalami luka-luka dan trauma.
  • Respon Warga: Warga memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
  • Kekhawatiran Warga: Keberadaan buaya di Sungai Mandar meresahkan warga dan menimbulkan kekhawatiran akan serangan serupa di masa mendatang.
  • Tuntutan Korban: Korban meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan penanganan untuk mengatasi masalah buaya di Sungai Mandar.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau perairan yang menjadi habitat buaya untuk selalu berhati-hati dan waspada. Penting untuk menghindari aktivitas di dekat sungai pada malam hari atau saat kondisi gelap, karena pada saat itulah buaya cenderung lebih aktif. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah atau sisa makanan ke sungai, karena hal ini dapat menarik perhatian buaya dan meningkatkan risiko serangan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merespon kejadian ini dengan melakukan kajian mendalam mengenai populasi buaya di Sungai Mandar dan mencari solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya buaya dan cara-cara untuk menghindari serangan buaya. Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.