Berita  

Satu dari Tiga Hidran Suramadu Ditemukan

Panbil Mall

Satu dari Tiga Hidran Jembatan Suramadu Ditemukan, Dua Lainnya Masih Misteri

BANGKALAN – Kabar baik datang dari Jembatan Suramadu, jembatan ikonik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Satu dari tiga unit hidran yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu akhirnya berhasil ditemukan. Penemuan ini memberikan sedikit kelegaan bagi pihak pengelola, meskipun dua unit lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, Suparyanto, mengkonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah hidran yang terpasang di sepanjang jalur Jembatan Suramadu, baik di sisi kanan maupun kiri.

“Memang ada tiga yang hilang, atau lebih tepatnya tidak berada di posisinya. Satu hidran nomor 74 telah ditemukan di lokasi sekitar jalur causeway arah Madura. Namun, dua unit lainnya masih belum kami temukan hingga saat ini,” ujar Suparyanto pada Senin, (22/12/2025).

Hidran nomor seri 74 yang ditemukan tersebut diketahui berada di jalur causeway menuju Madura. Sementara itu, dua hidran lain yang dilaporkan hilang, dengan nomor seri 151 dan 152, lokasinya berada di area main bridge atau bentang tengah Jembatan Suramadu yang mengarah ke Surabaya. Keberadaan kedua hidran ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Suparyanto menambahkan bahwa boks hidran nomor 74 ditemukan jatuh di sekitar area tersebut dan telah diamankan di kantor. Penting untuk dicatat bahwa yang ditemukan adalah boks hidran, bukan seluruh unit hidran yang hilang. “Boks hydrant ya, kalau hydrant nya tidak hilang. Kami juga mempunyai tim monitoring pemeliharaan jembatan, setiap hari membersihkan dan nomor 74 ditemukan,” jelasnya.

Kemungkinan Jatuh ke Laut Menjadi Dugaan Sementara

Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu merupakan bagian dari unit kerja di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tugas utama dari satuan kerja ini adalah mengurus pemeliharaan atau preservasi jalan akses Suramadu.

Terkait dengan hilangnya hidran-hidran tersebut, Suparyanto mengungkapkan bahwa pihaknya pernah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dugaan sementara yang muncul adalah kemungkinan hidran-hidran tersebut jatuh ke laut. “Intinya gini, pernah kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dugaan sementara itu akibat kemungkinan jatuh ke laut. Sementara itu yang bisa kami sampaikan terkait hidran yang kemarin,” imbuhnya.

Perlu diingat bahwa status Jembatan Suramadu telah resmi berubah dari jalan tol menjadi jembatan non-tol atau jalan umum sejak 27 Oktober 2018, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2018. Perubahan status ini tentunya membawa implikasi pada pengelolaan dan pengawasan jembatan.

Rencana Patroli Rutin Bersama Kepolisian Masih Dijajaki

Boks hidran memiliki fungsi krusial sebagai tempat penyimpanan peralatan pemadam kebakaran, seperti selang pemadam, nozzle, dan katup. Peralatan ini disimpan dengan aman dan rapi di dalam boks untuk memastikan kemudahan akses ketika terjadi insiden kebakaran.

Menanggapi pertanyaan mengenai rencana untuk menggandeng pihak kepolisian dalam kegiatan patroli di atas Jembatan Suramadu, Suparyanto menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap penjajakan. “Mungkin kalau itu masih kami jajaki, sementara ini kami memang ada patroli rutin mulai pukul 19.00 WIB – 05.00 WIB. Bersama Polri masih kami jajaki,” pungkasnya.

Patroli rutin yang telah berjalan saat ini dilakukan oleh tim internal Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu. Namun, dengan adanya insiden hilangnya hidran, penguatan pengawasan melalui patroli bersama pihak kepolisian diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Penemuan kembali satu unit hidran ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menemukan dua unit lainnya. Upaya pencarian dan investigasi terus dilakukan oleh pihak terkait demi menjaga kelancaran dan keamanan operasional Jembatan Suramadu, yang merupakan salah satu infrastruktur vital di Jawa Timur.