Berita  

Kota Paling Panas di Jatim Tembus 36,9 Derajat Celcius

Panbil Mall

Cuaca Panas Ekstrem Melanda Jawa Timur

Cuaca panas ekstrem masih terjadi di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, pada Senin (13/10/2025), Kabupaten Jombang menjadi daerah dengan suhu tertinggi di provinsi ini, yaitu mencapai 36,9 derajat Celcius. Data tersebut dikumpulkan melalui Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Selain Jombang, beberapa daerah lain juga mengalami suhu tinggi. Kediri berada di posisi kedua dengan suhu 36,7 derajat Celcius, disusul oleh Lamongan dengan 36,4 derajat Celcius, Mojokerto 36,1 derajat Celcius, dan Surabaya 36,0 derajat Celcius. Sementara itu, suhu terendah tercatat di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, dengan suhu 32,5 derajat Celcius.

BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari dehidrasi dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menghindari paparan langsung sinar matahari, terutama antara pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. “Cuaca panas seperti ini umum terjadi pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap dampak kesehatan akibat suhu tinggi,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Sebagai catatan, suhu tertinggi sepanjang sejarah pengamatan di Jawa Timur pernah tercatat mencapai 39,9 derajat Celsius pada 17 Oktober 2018.

Fenomena Cuaca Panas dan Penyebabnya

Kepala BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari masa peralihan menuju puncak kemarau. Menurut Wiku, kondisi atmosfer yang tidak stabil serta minimnya tutupan awan menjadi penyebab utama panas menyengat beberapa hari terakhir. Situasi ini diperparah oleh dominasi tekanan udara tinggi di lapisan atas atmosfer.

“Cuaca panas saat ini masih tergolong wajar dalam fase transisi musim. Namun karena kelembaban udara cukup tinggi, sensasi panasnya terasa lebih kuat,” ucap Wiku, Selasa (14/10/2025).

Berdasarkan koordinasi antara BPBD Jombang dan BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, suhu harian di wilayah Jombang berkisar antara 25 hingga 34 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban mencapai 51-97 persen. Kondisi tersebut juga memicu pembentukan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan lokal di sore atau malam hari.

“Siang hari bisa terasa sangat panas, tetapi bukan berarti tidak ada peluang hujan. Justru dalam masa transisi seperti ini, cuaca bisa berubah cepat,” imbuhnya.

Prediksi Musim Penghujan dan Imbauan Kesiapsiagaan

BPBD memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Jombang baru akan memasuki musim penghujan pada akhir Oktober 2025. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai petir atau angin kencang.

Wilayah seperti Kecamatan Wonosalam menjadi perhatian khusus karena rawan longsor. Wiku mengimbau masyarakat di daerah lereng dan tebing untuk tetap waspada dan tidak menempati area beresiko.

BPBD Jombang juga mengeluarkan sejumlah imbauan kesiapsiagaan bagi warga, terutama menjelang perubahan musim. Pengendara diimbau berhati-hati karena cuaca ekstrem dapat memicu pohon tumbang secara mendadak. Warga di daerah rawan bencana diminta segera berkoordinasi dengan perangkat desa jika terjadi hujan deras berkepanjangan.

Pelaporan kejadian akibat cuaca ekstrem dapat dilakukan melalui pemerintah desa terdekat atau langsung ke posko BPBD Jombang. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung dari sinar matahari, serta menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

“Cuaca panas ini bersifat sementara. Yang terpenting, masyarakat tetap waspada dan menyesuaikan diri dengan kondisi alam yang dinamis,” pungkas Wiku.