Indonesia Tak Akan Impor Beras Lagi, Produksi Naik Jadi 34 Juta Ton

Impor Beras
Stok Beras Bulog.
Impor Beras
Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap stok beras telah mencapai 4,2 juta ton di gudang Perum Bulog per Juli 2025. (Foto: Bulog)

Patrolmedia, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia menghentikan impor beras dalam waktu dekat.

Keyakinan untuk menyetop impor beras ini didasarkan pada peningkatan produksi nasional yang signifikan sepanjang 2025.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan tidak ada aral melintang, kurang lebih 3 bulan, InsyaAllah Indonesia tidak impor beras lagi, mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrim. Dan produksi sampai hari ini 33,1 juta ton sesuai BPS,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025), dikutip dari siaran Sekretariat Presiden.

Amran memperkitakan produksi beras akan meningkat menjadi 34 juta ton pada akhir 2025. Angka ini naik dibandingkan 2024 yang hanya 30 juta ton.

Menariknya, pada September 2025 tercatat deflasi beras sebesar 0,13%, pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir terjadi penurunan harga di tengah musim paceklik.

“Ini menarik produksi kita oleh FAO, (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), diprediksi kenaikannya adalah nomor 2 terbesar di dunia setelah brasil,” katanya.

Kesejahteraan Petani Naik

Kementan juga mencatat peningkatan signifikan pada Nilai Tukar Petani (NTP), indikator kesejahteraan petani.

Amran mengungkqp, target dari Kementerian Keuangan sebesar 110%, tapi saat ini sudah mencapai 124,36 persen.

“Alhamdulillah hari ini, NTP 124,36%, jadi diatas target. Begitu juga produksi kita target dari DPR Komisi 4 dan Kementerian Keuangan, yaitu 32 juta ton,” sebutnya.

Dari sisi target produksi, pemerintah bersama DPR sebelumnya menargetkan 32 juta ton beras, namun realisasi sudah menembus 33,1 juta ton dan diproyeksikan minimal 34 juta ton pada akhir tahun.