
Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian
Selain menjaga ketahanan pangan, Kementerian Pertanian menggesa hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian, seperti kelapa, kakao, mente, dan lada.
Untuk komoditas kelapa, Indonesia mengekspor 2,8 juta ton per tahun dengan nilai mencapai Rp24 triliun.
Amran menegaskan ke depan, ekspor kelapa tidak akan lagi dalam bentuk mentah, melainkan produk olahan seperti santan, coconut oil, dan turunan lainnya.
“Kalau kelapa diolah di dalam negeri, nilainya bisa meningkat hingga 100 kali lipat, setara dengan potensi devisa sekitar Rp1.200 triliun,” ujarnya.
Selain kelapa, gambir juga menjadi fokus hilirisasi karena Indonesia memasok sekitar 80% kebutuhan dunia.
Produk ini memiliki banyak turunan, mulai dari bahan tinta, kosmetik, hingga sampo.
Perbaikan Distribusi Pupuk dan Irigasi
Amran juga menyebut perbaikan besar terjadi pada sistem distribusi pupuk bersubsidi.
Sebelumnya, distribusi pupuk harus melalui 145 regulasi, melibatkan 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota.
Kini, proses itu dipangkas menjadi 3 tahap saja, langsung dari pemerintah ke produsen dan diteruskan ke petani.
“Keluhan pupuk langka kini sudah tidak terdengar lagi. Petani sudah menerima pupuk dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga memperbaiki irigasi pertanian seluas 2 juta hektare di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi langsung pemerintah pusat agar lebih efisien dan tidak terhambat batas administrasi daerah.
“Impress untuk irigasi, kita akan memperbaiki irigasi tanpa ada sekat antara perbedaan kabupaten, jatah provinsi, Itu diambil alih oleh pusat,” ucapnya.
Hilirisasi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Kementan mengalokasikan Rp9,95 triliun untuk pengembangan perkebunan dan hortikultura, mencakup pemberian bibit gratis untuk tanaman kakao, kopi, kelapa, mente, dan pala seluas 800 ribu hektare di seluruh Indonesia.
Program ini diproyeksikan menciptakan 1,6 juta lapangan kerja baru dalam dua tahun ke depan.
Menuju Lumbung Pangan Dunia
Amran berkomitmen setelah swasembada pangan tercapai, Kementan akan betfokus ke perkebunan, hortikultura, dan peternakan.
“Semua kita selesaikan satu per satu,” kata Amran.
Amran menegaskan, target besar Kementan yaitu menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dalam 3 tahun ke depan.
“Mimpi terbesar kita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Insya Allah mudah-mudahan 3 tahun jadi kenyataan,” pungkasnya. (Fatmi)






















