Video: Banjir Bandang India Porak-Porandakan Kashmir, 60 Tewas dan Lainnya Hilang

Banjir Bandang India
I
Banjir Bandang India
Desa Chasoti di Kashmir India porak-poranda dihantam gelombang raksasa banjir yang menyapu rumah-rumah warga dan menewaskan 60 orang. (Foto: Kolase).

Patrolmedia, Khasmir – Banjir bandang India memporak-porandakan desa Chasoti, Kashmir akibat hujan ekstrim melanda daerah tersebut.

VIDEO: Merinding! Banjir Raksasa Lumat 1 desa di Kashmir India

Banjir bandang India ini dilaporkan telah menewaskan 60 warga dan 200 orang lainnya masih hilang.

Insiden ini terjadi sejak Kamis (14/8), yang memaksa tim penyelamat menggunakan sekop dan alat berat, mencari korban selamat di bawah bongkahan batu dan puing hingga Jumat (15/8/2025).

Korban tewas akibat banjir bandang yang dipicu hujan deras dan meluluhlantakkan Chishoti di distrik Kishtwar, J&K diperkirakan masih bertambah.

Petugas penyelamat menggali lebih banyak jenazah dari reruntuhan perkemahan peziarah di sepanjang jalur Machail Mata yang menjadi korban terparah bencana tersebut.

Pohon-pohon tumbang, bongkahan batu seukuran rumah, dan gundukan lumpur terlihat di tempat deretan tenda dan kios makanan untuk melayani para peziarah yang sedang menuju kuil kuno Machail Mata – 8,5 km dari lokasi – maupun singgah dalam perjalanan pulang.

Sisa-sisa jembatan kayu, ransel, sepatu yang tersangkut di dahan pohon pinus yang tumbang.

Mobil-mobil warga setengah terkubur di bawah reruntuhan menunjukkan betapa dahsyatnya badai yang menyebabkan banjir tiba-tiba tersebut.

CM Omar Abdullah yang membatalkan pesta teh di Rumah yang dijadwalkan untuk Hari Kemerdekaan setelah bencana, tiba di Kishtwar pada Jumat untuk meninjau keadaan.

Ia mengatakan kepada wartawan, selain korban tewas yang terkonfirmasi dan mereka yang masih hilang, lebih dari 100 orang terluka dalam bencana tersebut.

Pihak berwenang mengatakan 167 korban selamat hingga Jumat malam, sementara 69 lainnya diyakini berada di lokasi bencana hujan deras dab masih belum ditemukan.

Para saksi mata mengatakan mereka mendengar suara seperti ledakan, diikuti oleh semburan air yang deras dan batu-batu besar serta kayu-kayu yang merobek perkemahan para peziarah dan sekitarnya.

“Dua menit setelah hujan deras, kami terjebak di air setinggi lutut,” kata Suresh Mehra, yang sedang berziarah ke Machail Mata bersama 5 kerabatnya.

“Kami bergegas ke sisi desa yang tampaknya lebih aman. Ketika dia berbalik untuk melihat, lokasi di belakang kami sudah porak-poranda.”

Seorang jemaah yang terluka dan dirawat di rumah sakit distrik Kishtwar mengatakan semuanya terjadi begitu cepat.

“Kami baru saja selesai minum teh di sebuah restoran ketika kami mendengar petugas keamanan meminta kami untuk lari. Adik perempuan dan keponakan saya masih hilang. Semuanya berakhir dalam hitungan detik,” kata Jemaah itu.

Tim penyelamat melanjutkan pencarian korban selamat untuk hari kedua berturut-turut.

Mereka menggunakan ekskavator untuk membersihkan puing-puing dan mencari korban yang tertimbun puing.

Legislator BJP India, Sunil Sharma mengatakan, ziarah tahunan 40 hari yang menarik 300.000 jamaah itu, dijadwalkan berakhir pada 5 September. Namun karena bencana banjir, rencana itu ditangguhkan.

“Masyarakat harus membagikan foto-foto kerabat mereka yang hilang. Kami menemukan 46 jenazah kemarin dan berharap dapat menemukan lebih banyak jenazah dari reruntuhan,” kata Sunil Sharma.

Ketua Dewan Pembangunan Distrik Kishtwar, Pooja Thakur menyebut dirinya telah menerima banyak sekali panggilan telepon dari kerabat korban hilang.

“Kami tidak tahu berapa banyak yang meninggal. Beberapa jenazah yang kami temukan tidak dapat dikenali,” ucap Thakur.

Pemerintah telah mendirikan ruang kendali sekaligus meja bantuan di Padder, sekitar 15 km dari Chashoti, untuk membantu warga yang mencari orang hilang.

Terdapat 2 desa di depan wilayah yang dilanda hujan deras yaknj Machail dan Hamori, tempat ratusan orang terlantar, kata pejabat setempat.

 

(Kml/Ft)