Pesawat Prancis Akan Jatuhkan 40 Ton Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Gaza

Bantuan Kemanusiaan Gaza
Pesawat
Bantuan Kemanusiaan Gaza
Pesawat logistik menjatuhkan bantuan makanan berton-ton untuk warga Gaza yang sedang dilanda kelaparan. (Foto: Aljazeera, APNews / Screenshot Video) 

Patrolmedia, Istanbul -:- Pemerintah Prancis mengumumkan, pesawatnya bakal menjatuhkan 40 ton bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di jalur Gaza pada Jumat (18/2025).

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot saat menjadi salah satu ketua konferensi tingkat tinggi tentang solusi 2 negara untuk konflik Palestina-Israel di markas besar PBB di New York, Selasa (29/7/2025).

“Kami akan mengorganisir, mulai Jumat dan dengan koordinasi yang erat dengan otoritas Yordania, 4 penerbangan yang masing-masing membawa 10 ton makanan ke Jalur Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot kepada stasiun televisi Prancis BFM TV.

Ia menekankan pengiriman rute udara itu dinilai berguna, tetapi ia pun mengakui bantuan tidak cukup.

Barrot mencatat 52 metrik ton kargo kemanusiaan Prancis saat ini diblokir Israel hanya beberapa kilometer dari Jalur Gaza.

“Karena itu, sangat penting bagi otoritas Israel untuk akhirnya setuju membuka kembali akses darat ke Gaza dengan cara yang cukup berarti untuk meringankan penderitaan mengerikan penduduk sipil di sana,” ucapnya.

Barrot menegaskan, pihaknya telah mencapai dan bahkan melampaui tujuan yang telah ditetapkan dengan menciptakan momentum melalui pengumuman Inggris, bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengakui negara Palestina.

“Negara-negara lain mengikuti,” kata Barrot.

“Singkatnya, kami telah menghidupkan kembali cakrawala politik: solusi dua negara, yang hampir runtuh,” pungkasnya.

Bantuan Kemanusiaan Gaza ini dilakukan atas keprihatinan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Ia juga sudah membulatkan tekadnya untuk mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat pada September 2025 mendatang.

Prancis juga akan menjadikan Palestina negara G7 pertama dan pengumuman resmi akan dilakukan pada sesi Majelis Umum PBB di New York.

“Sesuai komitmen historisnya terhadap perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina, tulis Macron dalam postingannya di X Kamis (24/7/2025), dilansir BBCNews.

Editor: Fatmi Rahim