Ali Kuncoro: Woodball Jatim Mendunia!

Setelah resmi dikukuhkan di Surabaya pada hari Minggu, 25 Januari 2026, Pengurus Provinsi Ikatan Woodball Indonesia (IWbA) Jawa Timur periode 2026-2030 langsung dihadapkan pada ekspektasi tinggi untuk segera bergerak cepat.

Ali Kuncoro, Ketua Pengprov IWbA Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk menjalankan kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, potensi atlet woodball di Jawa Timur harus dibuktikan dengan program kerja yang terukur dan nyata.

“Ini adalah amanah besar. Tidak ada pilihan lain selain bekerja lebih keras dan membuktikan harapan yang telah disampaikan,” kata Ali Kuncoro.

Sinergi dan Target Kompetisi

Ali Kuncoro menjelaskan bahwa pihaknya akan menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PB IWbA, KONI Jatim, Dispora, serta menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat sport science. Dari segi kompetisi, Pengprov IWbA Jatim menargetkan penyelenggaraan minimal dua hingga tiga Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada tahun 2026 sebagai langkah awal.

Fokus pada Peningkatan Kualitas

Selain pembinaan atlet, Ali Kuncoro, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, menyatakan bahwa Pengprov IWbA akan memprioritaskan peningkatan kualitas pelatih, wasit, serta penyelenggaraan event. Tujuannya adalah agar woodball tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di level nasional dan internasional.

Konsolidasi Kepengurusan Daerah

Dalam waktu dekat, Pengprov IWbA Jatim juga akan mempercepat konsolidasi pembentukan kepengurusan di 11 daerah yang saat ini belum terbentuk, termasuk Tulungagung.

“Publikasi harus digencarkan, event harus sering diadakan, dan kepengurusan harus solid hingga tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian, woodball akan semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat,” jelas Ali Kuncoro.

Target Atlet Nasional

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IWbA, Aang Sunadji, menyampaikan pesan agar Pengprov IWbA Jawa Timur mampu menghasilkan lebih banyak atlet muda yang dapat memperkuat tim nasional hingga level internasional.

Aang Sunadji menekankan bahwa potensi atlet woodball di Jawa Timur sangat besar, terutama dalam hal mental bertanding. Ia bahkan menargetkan peningkatan jumlah atlet nasional yang berasal dari Jawa Timur.

“Harapannya sangat besar. Dengan pengurus yang baru, saya berharap jumlah atlet dari Jawa Timur yang masuk tim nasional bisa bertambah. Saat ini ada empat, dan ke depan saya berharap bisa menjadi delapan atlet nasional, khususnya dari Jawa Timur,” ungkap Aang Sunadji.

Indikator Positif dari POMNAS

Menurut Aang Sunadji, pencapaian atlet Jawa Timur dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) menjadi indikator kuat bahwa pembinaan atlet woodball di Jawa Timur telah berjalan ke arah yang positif. Mental petarung yang dimiliki oleh atlet Jawa Timur dinilai sebagai keunggulan tersendiri dalam proses latihan maupun kompetisi.

Target Prestasi Internasional

Tidak hanya di level nasional, PB IWbA juga menargetkan prestasi internasional dalam waktu dekat. Beberapa agenda besar telah menanti sepanjang tahun 2026, antara lain:

  • World Cup Woodball di Malaysia pada bulan April.
  • Hongkong Open.
  • Malaysia Open.
  • Indonesian Open di Bali pada bulan Agustus.
  • Taiwan Open dan General Assembly International Federation di akhir tahun.

Dukungan KONI Jawa Timur

Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyatakan optimismenya terhadap kepengurusan IWbA Jatim yang baru. Ia menilai bahwa dukungan dari PB IWbA serta kolaborasi dengan berbagai pihak akan menjadi modal penting dalam meningkatkan prestasi woodball di Jawa Timur.

“Yang terpenting adalah evaluasi berkelanjutan dan memperbanyak event. Idealnya, minimal empat kali kejuaraan dalam setahun di Jawa Timur. Jika event sedikit, akan sulit untuk mengukur prestasi dan melakukan regenerasi atlet,” tegas Muhammad Nabil.

Selain itu, Muhammad Nabil juga menekankan pentingnya pembentukan kepengurusan di daerah-daerah yang masih kosong. Saat ini, masih terdapat 11 kabupaten/kota di Jawa Timur yang belum memiliki kepengurusan IWbA.

“Olahraga itu harus didesain dengan baik. Mulai dari target individu, desain prestasi, hingga desain menjadi juara, baik untuk Jawa Timur maupun Indonesia,” pesannya.