1.200 Demonstran anti-Trump Berkumpul di Washington dan Kota-kota AS Lainnya

Pengunjuk Rasa: "Pasar anjlok, Trump bermain golf"

Demonstran Anti Trump
O
Demonstran Anti Trump
Ribuan demonstran berunjuk rasa menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump dan kawan milyardernya Elon Musk, di halaman Monumen Washington,  Washington, DC, AS, 5 April 2025. (Foto: REUTERS/Ken Cedeno)

Patrolmedia, Washington DC -:- Sebanyak 1.200 Demonstran anti-Trump berkumpul di Washington DC dan di seluruh kota yang ada di Amerika Serikat (AS) untuk menentang kebijakan Presiden Donald Trump, pada Sabtu (5/4/25).

Unjuk rasa tersebut menjadi hari protes terbesar terhadap kepimpinan Donald Trump dan sekutu miliardernya Elon Musk, sejak mereka merombak pemerintahan AS dan memperluas kewenangan Presiden.

Ribuan Demonstran anti-Trump beramai-ramai menuju hamparan rumput di area Monumen Washington di saat langit mendung dan hujan gerimis.

Melansir Reuters pada Minggu (6/4/25), pihak penyelenggara aksi demonstrasi mengatakan, lebih dari 20.000 demonstran anti-Trump diperkirakan menghadiri protes akbar tersebut di National Mall.

Tercatat, 150 kelompok aktivis juga telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa, menurut situs acara tersebut.

Protes direncanakan digelar di seluruh 50 negara bagian AS ditambah Kanada dan Meksiko.

Demonstran anti-Trump
Mobil kartun Tesla dipamerkan saat demonstrasi menentang fasisme dan CEO Tesla Elon Musk di luar dealer Tesla baru di London, Inggris, Sabtu, 5 April 2025. (REUTERS/Carlos Jasso)

Seorang pensiunan ilmuwan biomedis dari Princeton, New Jersey, Terry Klein, mengatakan, dirinya jauh-jauh datang untuk menghadiri unjuk rasa memprotes kebijakan Trump dalam banyak hal, smulai dari imigrasi, masalah DOGE, kenaikan tarif yang baru hingga persoalan pendidikan.

“Maksud saya, seluruh negara kita sedang diserang, semua lembaga kita, semua hal yang membuat Amerika seperti sekarang ini,” sebut Klein bersama para demonstran lainnya yang berkumpul di panggung di bawah Monumen Washington.

Dipantau Reuters, massa aksi yang berkumpul di sekitar tugu peringatan Monumen Washington terus bertambah.

Sebagian pengunjuk rasa ada yang membawa bendera Ukraina. Ada juga yang mengenakan syal keffiyeh Palestina sambil membawa plakat bertuliskan “Bebaskan Palestina”.

Disamping itu, hadir pula anggota partai Demokrat dari DPR AS yang mengecam kebijakan Trump di atas panggung.

Pensiunan manajer keuangan West Cape May, New Jersey, Wayne Hoffman (73) mengungkapkan keprihatinannya atas kebijakan ekonomi Trump, termasuk penerapan tarif yang meluas terhadap sejumlah negara.