
Patrolmedia.co.id, Solok – Mantan Ketua KONI Kabupaten Solok Rudi Horizon menyebut gaya kolonial Belanda (divide et impera) masih melekat di Kabupaten Solok.
Hal itu dikatakan Rudi karena merasa
ada sejumlah oknum yang mencoba mengadu domba dirinya dengan Bupati Solok Epyardi Asda saat Rudi memimpin KONI.
“Saya dengan Bupati baik-baik saja. Tidak ada masalah. Mereka coba mengadu domba saya. Apakah salah jika saya berhenti dari jabatan Ketua KONI Kabupaten Solok,” ujar Rudi, Rabu (1/12/2021).
Rudi mengatakan dirinya telah melayangkan surat pengunduran diri sebagai Ketua KONI Kabupaten Solok periode 2021-2024.
Surat itu dilayangkan ke KONI Sumbar dan ditembuskan ke Bupati Solok, tanggal 5 November 2021.
Pelatih Kempo Sumbar PON Papua 2020 itu
menyebut, alasan dirinya berhenti untuk menunjukkan tanggung jawabnya sebagai ketua organisasi.
Sebab, jika dirinya tetap sebagai Ketua KONI, pembinaan atlet tidak maksimal, karena ketiadaan anggaran KONI Kabupaten Solok tahun ini.
“Langkah ini saya ambil demi masa depan atlet dan keberlangsungan olahraga di Kabupaten Solok.
Ketua KONI Kabupaten Solok Mendadak Undur Diri, Boni: Lari dari Tanggungjawab
Ini Alasan Rudi Horizon Maju di KONI Kota Solok dan Tinggalkan KONI Pemkab




















