Kehadiran Megawati di Dili, Timor Leste
JAKARTA – Presiden kelima Republik Indonesia (RI) yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Megawati Soekarnoputri, hadir dalam acara makan malam sekaligus ramah tamah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Timor Leste. Acara ini menjadi momen penting bagi warga Indonesia yang tinggal di wilayah tersebut serta para tokoh lokal yang pernah terlibat dalam kepengurusan PDI Timor Timur sebelum referendum tahun 1999.
Ratusan WNI Hadir dalam Acara
Acara tersebut dihadiri oleh ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Dili dan sekitarnya. Mereka turut merayakan kehadiran mantan presiden yang juga sebagai pemimpin partai politik besar di Indonesia. Selain itu, hadir pula barisan warga lokal Timor Leste yang dahulu menjadi pengurus PDI Timor Timur sebelum referendum pemisahan tahun 1999. Keberadaan mereka menunjukkan hubungan yang erat antara warga Indonesia dan masyarakat Timor Leste.
Megawati Menyampaikan Pesan Penting
Megawati mengaku tersentuh bisa berada di gedung KBRI Dili dan meminta kantor dibuka lebar untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia di Timor Leste. Ia juga mengingatkan seluruh warga yang hadir untuk selalu menjaga kehormatan bangsa dan bangga dengan identitas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Pesan ini menjadi bentuk perhatian Megawati terhadap peran Indonesia di luar negeri, khususnya di wilayah tetangga.
Refleksi Sejarah dari Mantan Pengurus PDI
Dalam acara, beberapa perwakilan eks pengurus PDI masa lalu memperoleh kesempatan naik ke atas panggung membagikan refleksi dan catatan sejarah mereka. Testimoni pertama dibawakan oleh Martin Anastasio, mantan pengurus PDI Perjuangan Timor Timur periode 1996–2000. Dengan suara bersemangat, Martin mengenang kembali beratnya dinamika politik serta berbagai upaya tekanan dan intimidasi yang harus dihadapi para pengurus partai di daerah menjelang gejolak referendum 1999.
Martin menyatakan bahwa dirinya bersama pengurus lain memilih untuk tetap teguh mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta instruksi pusat dari Ketua Umum. Ia bahkan meminta agar Mega mendarat di Dili untuk membantu meneduhkan situasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Ucapan Martin langsung memicu tepuk tangan riuh dari peserta acara.
Kesaksian Cesar Aleixo Brandao
Kesaksian lain datang dari Cesar Aleixo Brandao, mantan Ketua Ranting PDIP Kecamatan Atauro (Pulau Kambing). Ia rela bertaruh menyeberangi lautan selama tiga jam menggunakan kapal dari Pulau Atauro demi bisa hadir di KBRI. Cesar menceritakan kisah perjuangannya yang penuh risiko saat menghadapi berbagai interogasi dan penahanan dari aparat keamanan setempat di masa lalu akibat situasi politik Dili yang memanas.
Ia menjelaskan bahwa ia memegang mandat jalan tengah yang mengedepankan perdamaian sesuai arahan Megawati. “Saya mengalami banyak sekali ujian fisik dan mental saat itu, tapi saya bersyukur karena Tuhan Yang Mahakuasa tetap melindungi saya,” ujar Cesar sambil menahan haru.
Pesan Kedamaian dari Megawati
Dalam kesempatan itu, Cesar turut membuka catatan yang terjadi pada bulan Juli sebelum referendum 1999. Megawati di bawah pantai kawasan Farol sempat menggelar pertemuan singkat selama 15 menit dengan para calon legislatif lokal untuk memberikan arahan internal. Pesan kedamaian yang disampaikan Megawati hingga kini masih disimpan rapat di dalam dada Cesar.
“Ibu Megawati berbicara begini, seandainya kalau masyarakat Timor Timur mau memilih merdeka, kita harus menghormati itu hak-hak mereka. Kata-kata Ibu itu yang mengajarkan kami tentang esensi demokrasi dan masih saya simpan di sini,” kata Cesar sambil menunjuk dadanya.
Rekomendasi Pembentukan Dewan Pimpinan Luar Negeri
Mendengar kesaksian para mantan anak buahnya yang melintasi batas negara dan lini masa sejarah, Megawati mengaku sangat terharu. Ia langsung mengumumkan rencana pembentukan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDIP di Timor Leste. Pembentukan ini dimaksudkan agar koordinasi komunikasi dengan kader lokal yang menetap di Dili dapat terwadahi secara demokratis dan terstruktur.
Untuk menanggapi permohonan Cesar terkait kebutuhan investasi pariwisata dan perikanan di Pulau Atauro yang berbatasan langsung dengan Maluku Barat Daya, Megawati berjanji akan segera mengirimkan salah satu Ketua DPP-nya, Rokhmin Dahuri. Nantinya, Rokhmin diminta melakukan riset dan meninjau langsung potensi kemakmuran ekonomi di pulau tersebut.
Hubungan Megawati dengan Tokoh Timor Leste
Megawati juga sempat membagikan memori awal mula persahabatannya yang unik dengan Perdana Menteri Xanana Gusmão yang bermula dari secarik surat yang dikirimkan secara rahasia dari balik jeruji penjara di masa lalu. Ia menyampaikan cerita kedekatan dirinya dengan Xanana maupun Presiden Ramos Horta.
“Saya dengan beliau berdua menjadi sahabat lama, dan alhamdulillah mereka berdua masih dapat saya temui dengan sehat hari ini dan kami juga berkeinginan untuk kita semua maju bersama,” ujar dia.
Kehadiran Keluarga dan Elite PDI Perjuangan
Acara makan malam dan ramah tamah dihadiri oleh keluarga besar Megawati termasuk Puti Guntur Soekarno serta Romy Soekarno. Hadir juga jajaran elite PDI Perjuangan, seperti Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bintang Puspayoga, Ahmad Basarah, Andreas Pareira, dan Andi Widjajanto.






















