Baterai Sodium-ion Siap Menantang Dominasi Lithium: CATL Membuka Jalan Produksi Massal
Industri kendaraan listrik (EV) yang saat ini sangat bergantung pada baterai lithium-ion, bersiap menghadapi potensi pergeseran paradigma. Raksasa produsen baterai asal Tiongkok, CATL, telah mengumumkan kesiapan mereka untuk memasuki tahap produksi massal baterai sodium-ion mulai tahun 2026. Langkah ambisius ini tidak hanya menandai terobosan teknologi, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan jangkauan kendaraan listrik hingga 600 kilometer pada pengembangan selanjutnya.
Keputusan CATL untuk memproduksi baterai sodium-ion secara massal dianggap sebagai tonggak penting dalam peta jalan industri baterai global. Selama ini, teknologi sodium-ion kerapkali dipandang memiliki keterbatasan, terutama dalam hal kepadatan energi jika dibandingkan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang telah mapan. Namun, CATL mengklaim telah berhasil memecahkan berbagai tantangan teknis dan manufaktur utama yang selama ini menghambat adopsi teknologi sodium-ion secara luas.
Produksi Massal Dimulai pada 2026: Mengatasi Hambatan Teknis
CATL secara resmi menyatakan bahwa generasi terbaru baterai sodium-ion mereka, yang diberi nama Naxtra, dijadwalkan untuk memasuki produksi massal dalam skala besar pada akhir tahun 2026. Wu Kai, Chief Scientist CATL, mengungkapkan bahwa perusahaan telah berhasil mengatasi serangkaian hambatan teknis yang sebelumnya menjadi ganjalan utama dalam proses produksi baterai sodium-ion.
Beberapa terobosan signifikan yang berhasil dicapai meliputi:
- Pengendalian Kelembapan Ekstrem: Kemampuan untuk mengelola tingkat kelembapan yang sangat tinggi, yang merupakan tantangan krusial dalam produksi baterai jenis ini.
- Manajemen Gas pada Material Hard Carbon: Mengatasi masalah pelepasan gas yang terkadang terjadi pada material hard carbon yang digunakan sebagai anoda.
- Masalah Adhesi Aluminium Foil: Memperbaiki kendala terkait daya rekat antara aluminium foil dengan material aktif baterai.
- Sistem Anoda yang Dapat Terbentuk Sendiri: Mengembangkan sistem anoda yang mampu membentuk struktur yang optimal secara mandiri selama proses produksi.
Terobosan-terobosan ini secara kolektif membuka jalan bagi proses produksi baterai sodium-ion yang lebih stabil, efisien, dan siap untuk skala industri. Investasi besar telah digelontorkan oleh CATL, dengan hampir 10 miliar yuan dialokasikan untuk riset dan pengembangan teknologi sodium-ion selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan memiliki keyakinan kuat bahwa teknologi ini memiliki potensi untuk menguasai 30 hingga 40 persen dari total pasar baterai di masa depan.
Keunggulan Biaya dan Ketahanan Cuaca Ekstrem

Salah satu daya tarik utama baterai sodium-ion terletak pada biaya produksinya yang diperkirakan jauh lebih rendah dibandingkan dengan baterai LFP. CATL memproyeksikan bahwa biaya produksi baterai sodium-ion dapat mencapai sekitar 30 persen lebih murah. Keunggulan ini berasal dari fakta bahwa teknologi sodium-ion tidak bergantung pada pasokan lithium maupun material langka lainnya yang seringkali rentan terhadap fluktuasi harga yang tajam di pasar global.
Selain aspek ekonomi, performa baterai sodium-ion di suhu rendah menjadi nilai jual yang sangat signifikan. Baterai sodium-ion Naxtra dari CATL diklaim mampu mempertahankan sekitar 90 persen dari kapasitas energinya bahkan pada suhu ekstrem minus 40 derajat Celsius. Lebih lanjut, baterai ini tetap dapat beroperasi secara optimal pada kondisi suhu yang lebih dingin lagi. Kemampuan ini jauh melampaui performa banyak baterai lithium konvensional yang seringkali mengalami penurunan kapasitas dan efisiensi yang drastis ketika dihadapkan pada cuaca dingin.
Karakteristik performa yang unggul di suhu rendah ini menjadikan teknologi sodium-ion sangat cocok untuk berbagai aplikasi, termasuk:
- Kendaraan Listrik di Wilayah Dingin: Ideal untuk EV yang beroperasi di daerah dengan musim dingin yang panjang dan ekstrem.
- Penyimpanan Energi Skala Besar: Menjadi solusi yang menjanjikan untuk sistem penyimpanan energi terbarukan yang membutuhkan ketahanan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Target Jarak Tempuh 600 Kilometer: Menuju Era Mobilitas Tanpa Batas

Saat ini, baterai sodium-ion Naxtra yang dikembangkan oleh CATL memiliki kepadatan energi sekitar 175 Wh/kg. Kepadatan energi ini sudah mampu memberikan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer untuk kendaraan listrik. Namun, CATL tidak berhenti di situ. Perusahaan telah menetapkan target ambisius untuk peningkatan signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Seiring dengan perkembangan rantai pasok yang semakin matang dan penyempurnaan teknologi yang berkelanjutan, CATL memperkirakan bahwa kendaraan listrik yang menggunakan baterai sodium-ion dapat mencapai jarak tempuh hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka ini merupakan langkah maju yang krusial, karena mulai mendekati kemampuan yang ditawarkan oleh baterai LFP yang saat ini mendominasi pasar mobil listrik massal.
Inovasi ini bukan sekadar teori. Teknologi baterai sodium-ion bahkan sudah mulai diimplementasikan pada kendaraan produksi. CATL telah berkolaborasi dengan Changan untuk memperkenalkan mobil listrik produksi massal pertama yang mengadopsi baterai sodium-ion. Kendaraan revolusioner ini dijadwalkan untuk diluncurkan ke pasar pada pertengahan tahun 2026, menandai dimulainya era baru dalam mobilitas listrik yang lebih terjangkau dan berdaya tahan.


















