Peringatan Hari Lansia Nasional 2026
Langkah antisipasi ini harus sudah diperhatikan secara serius sejak memasuki usia pra-lansia (50–55 tahun) hingga di atas 60 tahun.
Untuk menjaga fungsi saraf dan motorik tetap optimal, ada beberapa langkah strategis yang perlu diterapkan secara disiplin:
Stimulasi Motorik: Tetap aktif bergerak dan rutin melakukan olahraga ringan sesuai kapasitas tubuh untuk mencegah penyusutan otot yang lebih parah.
Manajemen Komorbid: Bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit penyerta, diwajibkan untuk berobat dan kontrol secara rutin. “Jangan pernah bosan berobat,” tegasnya.
Aktivitas Sosial dan Kebahagiaan: Menjaga silaturahmi dengan kerabat dan beribadah secara teratur terbukti efektif menjaga kesehatan otak.
Secara klinis, lanjut dr.Andi, perasaan bahagia dan interaksi sosial yang positif akan memicu otak melepaskan hormon endorfin dalam kadar yang tinggi.
Hormon kebahagiaan ini berperan krusial dalam melindungi sel-sel saraf dari stres dan menjaga fungsi kognitif tetap tajam.
“Hormon kebahagiaan yang ada di otak salah satunya endorfin, itu akan tinggi kadarnya apabila perasaan kita bahagia. Oleh karena itu, para sahabat semua terutama yang lansia, hiduplah berkualitas dan mudah-mudahan kita tidak membebani orang lain,” ujarnya.
“Selamat Hari Lansia, sekali lagi, mudah mudahan kita mendapatkan rahmat dari Allah untuk tetap sehat dan panjang umur. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,” ucap dr. Andi. (Erwin)






















