Opini  

Ingat! 5 Amalan Sunnah Idul Adha Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW, Bukan Hanya Salat Id



Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam memiliki berbagai amalan sunnah yang bisa dilakukan untuk meraih keberkahan dan kesempurnaan dalam menjalani ibadah. Selain melaksanakan salat Id, ada beberapa tindakan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar perayaan ini menjadi lebih bermakna dan penuh makna.



Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak hanya sebagai hari raya yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, hari ini juga menjadi kesempatan untuk menjalankan amalan-amalan sunnah yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Berikut lima amalan sunnah yang bisa dilakukan pada Hari Raya Idul Adha:

5 Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Adha

Berdasarkan kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili, terdapat lima amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan pada Idul Adha selain salat Id. Berikut penjelasannya:

  1. Menghidupkan Malam Takbiran

    Malam sebelum Idul Adha disebut sebagai malam takbiran, yaitu malam yang penuh dzikir dan takbir. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca takbir, shalawat, dan dzikir. Malam ini juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, karena diyakini bahwa doa yang dipanjatkan pada malam tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Takbir yang dikumandangkan pada malam ini antara lain:

    اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

    “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”

  2. Mandi, Memakai Wewangian, dan Pakaian Terbaik

    Sebelum berangkat ke tempat salat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk mandi, memakai wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik. Hal ini mencerminkan etika kebersihan dan penampilan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat beribadah.

  3. Berangkat ke Tempat Salat dengan Berjalan Kaki

    Salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah berangkat ke tempat salat Id dengan berjalan kaki. Selain itu, beliau juga menempuh jalur yang berbeda saat pergi dan pulang.

    Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA:

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

    “Nabi SAW ketika shalat ‘ied, beliau menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR. Bukhari No. 986)

    Sahabat Ibnu Umar RA juga meriwayatkan:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

    “Rasulullah SAW biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, dan kembali juga dengan berjalan kaki.” (HR. Ibnu Majah No. 1295)

  4. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha

    Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum salat, pada Idul Adha umat Islam disunnahkan untuk tidak makan sebelum salat. Sunnah ini mengajarkan agar umat Islam menikmati hidangan pertama dari daging kurban setelah salat Id.

  5. Mempererat Tali Silaturahim

    Idul Adha adalah hari kebahagiaan dan kemenangan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menunjukkan kegembiraan, menyambut saudara, serta mempererat tali silaturahim. Kebahagiaan dapat ditunjukkan melalui senyum, salam, dan berkunjung ke rumah keluarga, tetangga, atau sahabat.

Inti dari Hari Raya Idul Adha adalah pelaksanaan ibadah kurban. Penyembelihan hewan kurban dilakukan sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dengan menjalankan amalan-amalan sunnah ini, perayaan Idul Adha menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.