
Dokter Samira, yang akrab dipanggil Doktif, kembali memberikan pernyataan terkait perkembangan kasus hukum yang menimpa tersangka Dokter Richard Lee. Ia mengunjungi Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Kamis (7/5) untuk menyampaikan pendapatnya mengenai dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini.
Doktif secara terbuka menyebutkan bahwa aliran dana dari produk White Tomato, yang diduga terkait dengan tindakan penipuan dan pencucian uang, ternyata masuk ke rekening istri Richard Lee. Menurutnya, hal ini menjadi bukti kuat yang bisa digunakan untuk menjebloskan tersangka ke dalam pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Rekening yang digunakan, berdasarkan cerita dari keluarganya, menerima uang pembelian White Tomato. Uang tersebut diduga berasal dari tindakan penipuan dan masuk ke rekening istrinya,” jelas Doktif saat berkunjung ke kantor polisi tersebut.
Keterlibatan istri Richard Lee dalam bisnis tersebut juga menjadi sorotan. Doktif mempertanyakan mengapa pihak kepolisian belum memeriksa sang istri, meskipun ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ia turut mempromosikan produk White Tomato. Ia menegaskan bahwa video-video yang menunjukkan aktivitas istri Richard Lee dalam menjual produk DNA Salmon sudah tersebar luas.
“Tetapi sampai detik ini, ya, istrinya tidak tersentuh sedikit pun. Padahal, bukti jelas membuktikan, video membuktikan istrinya pun menjual yang namanya DNA Salmon,” tambah Doktif.

Lebih lanjut, Doktif meminta penyidik segera menerapkan Pasal 55 KUHP, yang merujuk pada penyertaan dalam tindak pidana. Ia menilai pihak-pihak yang ikut membantu atau menikmati hasil dari tindakan Richard Lee harus dijerat sesuai hukum.
“Tetapi kenapa Pasal 55 sampai saat ini belum dikenakan? Itu yang pertama. Yang kedua, pasal TPPU, tindak pidana pencucian uang. Kerugiannya, ya, ratusan miliar. Sampai detik ini pun belum jelas,” jelas Doktif.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap fokus pada inti permasalahan hukum, yaitu kerugian ratusan miliar rupiah yang dialami oleh konsumen. Doktif mencurigai adanya upaya untuk menutupi fakta-fakta penting mengenai aliran dana ini melalui isu-isu yang tidak relevan.
“Hati-hati, guys, tetap fokus Pasal 55 dan TPPU yang saat ini belum terdengar apa pun. Ini kerugian masyarakat ratusan miliar, seolah-olah dilupakan,” tutup Doktif.






















