Serangan Spyware di Asia Tenggara Melonjak 18 Persen, Indonesia Catat 194 Ribu Kasus

Peningkatan Serangan Spyware di Asia Tenggara

Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam serangan spyware terhadap organisasi di kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Total jumlah serangan yang berhasil dideteksi dan diblokir mencapai 818.939 kasus, meningkat sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah deteksi tertinggi di kawasan. Solusi bisnis Kaspersky mencatat sebanyak 194.626 serangan spyware terhadap organisasi di Indonesia pada 2025, naik 35 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, Malaysia mencatat kenaikan tahunan terbesar kedua dengan lonjakan 75 persen menjadi 194.692 kasus. Singapura mengalami peningkatan tertinggi di kawasan dengan kenaikan sebesar 111 persen, disusul Filipina yang mengalami kenaikan 85 persen.

Spyware merupakan jenis malware yang dipasang secara diam-diam untuk mengumpulkan data pengguna. Jenis perangkat lunak ini umumnya digunakan untuk memantau aktivitas pengguna, mencuri informasi sensitif, hingga mengakses komunikasi internal perusahaan tanpa diketahui oleh korban.

Fokus pada Pengumpulan Intelijen Perusahaan

General Manager ASEAN dan Asia Emerging Countries Kaspersky, Simon Tung, menyatakan bahwa pola serangan saat ini menunjukkan bahwa pelaku ancaman mulai fokus pada pengumpulan intelijen perusahaan. Menurutnya, jaringan organisasi kini menjadi target utama untuk memperoleh informasi strategis dan data sensitif.

“Pelaku ancaman tidak hanya mengincar gangguan bisnis. Kami melihat peningkatan pengumpulan intelijen tertarget di Asia Tenggara,” ujar Simon dalam keterangan resminya.

Operasi Spionase Siber ForumTroll

Dalam laporannya, Kaspersky juga menyebutkan operasi spionase siber bernama ForumTroll yang diungkap pada Maret 2025. Kampanye tersebut memanfaatkan celah keamanan zero-day di Google Chrome untuk menyusup ke organisasi di sektor media, pemerintahan, pendidikan, dan keuangan.

Penyerang disebut menggunakan email phishing yang dipersonalisasi untuk memperoleh akses awal ke sistem korban. Setelah berhasil masuk, mereka menyebarkan spyware seperti LeetAgent dan Dante guna memantau sistem dan mengambil data dalam jangka panjang.

Ancaman Siber yang Semakin Terarah

Kaspersky menilai meningkatnya penggunaan spyware menunjukkan bahwa ancaman siber kini semakin terarah dan sulit dideteksi. Dalam situasi tersebut, perusahaan disarankan untuk melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti:

  • Memperbarui perangkat lunak secara rutin
  • Membatasi akses jarak jauh
  • Menggunakan sistem keamanan berbasis intelijen ancaman untuk mengurangi risiko kebocoran data

Dengan meningkatnya kompleksitas ancaman siber, penting bagi organisasi untuk tetap waspada dan memperkuat perlindungan digital mereka. Kaspersky terus memantau tren ancaman dan memberikan rekomendasi strategis untuk menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin dinamis.